background img

EKS PUSKIB DIUSULKAN BANGUN SMP

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Setiap tahun jumlah peserta didik di Kota Balikpapan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terutama lulusan SD yang ingin melanjutkan pendidikannya di tingkat SMP.

Di sisi lain ketersediaan gedung sekolah khususnya negeri tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Lebih-lebih saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan sistem zonasi.

Akibatnya tak sedikit orang tua murid yang khawatir putra-putrinya tak tertampung di sekolah negeri. Sebab keberadaan gedung sekolah negeri tak merata di semua wilayah.

Hal itu pun yang turut diresahkan para orang tua murid yang melakukan aksi protes PPDB di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Senin (21/6) kemarin.

Utamanya mereka yang berdomisili di wilayah Balikpapan Tengah (Balteng). Para orang tua mengeluhkan ketersediaan SMP dan SMA Negeri di wilayah itu.

Mereka pun mengajukan kepada jajaran Disdikbud agar lahan bekas Pusat Kegiatan Islam Balikpapan (Puskib) di jalan A Yani dialih fungsikan untuk membangun gedung sekolah.

Perihal itu, Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin mengatakan, jika pihaknya telah mengirim surat ke Wali Kota Balikpapan dengan tembusan DPRD Balikpapan.

Isi surat mengusulkan agar Pemkot Balikpapan meminta kepada Pemprov Kaltim menjadikan lahan eks Puskib sebagai SMP. Lahan tersebut adalah milik Pemprov.

“Kami sudah bersurat ke Wali Kota Balikpapan tembusan DPRD untuk mengusulkan ke Pemprov agar lokasi eks Puskib sebagai sekolah SMP,” kata Muhaimin kepada wartawan.

Selain lahan eks Puskib, Disdikbud Balikpapan juga meminta sebagian wilayah olahraga di Lapangan Tenis Manuntung dijadikan sebagai kawasan pendidikan.

“Di sana ada kawasan olahraga Tenis Manuntung. Ada indoor dan outdoor. Nah kita mengusulkan yang outdoor dialih fungsikan dari kawasan olahraga menjadi kawasan pendidikan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi SMP di Balikpapan Tengah,” ungkapnya.

Keberadaan sekolah di dua lokasi itu tentu sangat dibutuhkan untuk menampung peserta didik di wilayah tengah. Sebab selama ini di wilayah tersebut masih kekurangan sekolah. “Wilayah tengah memang kurang sekolah,” ucap Muhaimin.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *