background img

EKS LOKALISASI KM 17 KEMBALI MASUK RADAR SATPOL PP

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Eks lokalisasi Kilometer 17 di jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara (Balut) kembali ramai diperbincangkan publik kota Balikpapan. Penyebabnya diduga karena ada indikasi bisnis esek-esek di kawasan tersebut kembali hidup.

Hal itu dibuktikan dengan adanya kasus pengeroyokan yang diungkap oleh jajaran Polsek Balikpapan Utara beberapa waktu lalu di bekas tempat maksiat itu.

Dua orang tersangka berhasil diamankan dalam kasus tersebut, yakni ZR dan SR. Keduanya terbukti melakukan aksi pengeroyokan terhadap SA saat asyik minum-minuman keras bersama perempuan di lokasi.

Tak ingin praktik liar ini semakin berkembang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan pun menyiapkan kembali agenda razia rutin ke lokasi tersebut.

“Dengan adanya kasus ini, maka kami harus menjadwalkan lagi razia secara terjadwal ke sana,” kata Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli melalui sambungan telepon, Kamis (7/10).

Zulkifli mengaku, selama ini intensitas razia ke eks lokalisasi Kilometer 17 memang sangat kurang. Sebab hampir seluruh personel difokuskan pada upaya pengendalian pandemi Covid-19.

“Selama pandemi memang intensitas kita sangat kurang ke sana, terkonsentrasi pada pengendalian Covid-19. Mungkin situasi ini dimanfaatkan oleh mereka. Tapi dengan adanya kejadian seperti ini kita akan menjadwalkan ulang lagi razia,” ungkapnya.
Zulkifli beranggapan setelah resmi ditutup beberapa tahun silam, aktivitas prostitusi dan perdagangan miras di sana telah usai. Namun faktanya tidak benar.

“Kita sebenarnya berharap dengan sudah dilakukan pembongkaran bangunan di sana sudah tidak ada lagi aktivitas itu. Tapi pada kenyataannya ada lagi kegiatan seperti itu. Bahkan dari laporan kegiatannya bergeser ke tempat atau rumah warga,” ucapnya.

Untuk itu, Zulkifli meminta peran serta masyarakat untuk ikut memberantas kemaksiatan yang terjadi di kampungnya. “Kuncinya kembali ke masyarakat lagi. Kita punya keterbatasan juga untuk mengawasi setiap saat di sana, jadi masyarakat harus proaktif. Itu yang kita harapkan,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *