background img

DUA RIBU PELAJAR BALIKPAPAN DISUNTIK VAKSIN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sebanyak dua ribu pelajar SMP dan SMK di Kota Balikpapan mendapatkan vaksin dosis pertama, Rabu (13/7) pagi. Mereka berasal dari SMPN 5, 10, 14, 18 dan SMKN 1 Balikpapan.

Vaksinasi untuk pelajar ini dilaksanakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai salah satu upaya percepatan vaksinasi di Indonesia.

Total ada 30 ribu pelajar dari 14 provinsi yang divaksin. Pelaksanaan dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo secara virtual.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan peserta vaksinasi siswa terdiri dari 15.000 pelajar SMP dan 15.000 pejalar SMA. Kemudian ada pula 19.000 masyarakat, diberikan vaksinasi Covid-19 secara door to door.

“Saya hanya ingin menyampaikan agar setelah anak-anak semuanya divaksinasi, juga tolong dicek agar guru-guru, petugas sekolah jangan sampai terlewat vaksinasinya,” kata Jokowi.

Kepala BIN Daerah Kaltim Brigjen TNI Danni Koswara mengatakan, untuk Kaltim Balikpapan dipilih menjadi sasaran vaksinasi ini. Sebab salah satu daerah yang menjadi penyumbang tertinggi Covid-19.

“Kaltim tanggal 13 Juli kemarin yang paling banyak sampai tembus 1.598 kasus kalau tidak salah. Penyumbang paling banyak itu dari Balikpapan, kedua Berau dan juga Bontang,” ujar Danni.

Vaksinasi pelajar ini, lanjut Danni, diharapkan bisa membantu program percepatan vaksinasi pemerintah dan mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Di samping itu agar pelajar tidak terpapar Covid-19 lantaran penerus bangsa.

“Supaya anak-anak usia 12 sampai 17 tahun itu jangan sampai jadi suspek, karena itu adalah generasi penerus kita,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengaku senang Balikpapan ditunjuk sebagai kota pelaksanaan vaksinasi oleh BIN.

“Tentu kami sangat senang dan berterima kasih kepada BIN. Program ini juga sejalan dengan rencana percepatan vaksinasi di Balikpapan,” ucapnya.

Jenis vaksin yang digunakan masih sama, yakni Sinovac. Prosesnya juga sama, seperti screening kesehatan terlebih dahulu dan yang paling penting atas persetujuan dari orang tua siswa. “Prosesnya sama, tidak ada bedanya dengan yang dewasa,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *