background img

DPU BERI PERINGATAN KONTRAKTOR DAS AMPAL

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan memberikan surat peringatan pertama kepada kontraktor pelaksana proyek pengendali banjir DAS Ampal.

Pasalnya proyek yang telah mulai dikerjakan pada awal September 2022 tersebut, hingga saat ini progress baru mencapai 1,8 persen.

“Sebenarnya rencana dari rekanan di akhir Desember 32 persen. Kita kan perminggu ada pengukuran di lapangan. Nah ini progres sampai dengan tanggal 17 Desember 2022, rencana 24,755 persen tapi realisasinya 1,8 persen, minus 22 persen,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan Faridah kepada wartawan, Kamis (22/12).

Ia menjelaskan, secara aturan, pada saat progres pekerjaan nol sampai 70 persen, kemudian deviasi lebih 10 persen harus dilakukan rapat pembuktian atau SCM 1, dan waktu rekanan untuk pembuktian itu selama dua minggu, dengan progress 86,93 persen. Per Minggu 4,3 persen. Dan hasil rapat SCM 1, dia tidak memenuhi. Sehingga dikeluarkan surat peringatan 1, karena waktu SCM 1 itu sudah habis.

Dan sesuai ketentuan, pihaknya melanjutkan proses SCM 2, sampai tanggal 25 Desember. Nanti kita akan evaluasi. Kalau ternyata tidak terpenuhi ada peringatan kedua.

Dari informasi yang diterimanya, pihak kontraktor pernah melakukan penambahan tenaga kerja yang cukup signifikan sampai 50 orang, alat juga pernah ditambah tapi progresnya tetap kecil.

“Jadi kita berfikirnya, seharusnya kalau dia tambah tenaga, tambah alat, harusnya kenaikan yang cukup signifikan. Tapi di lapangannya juga gak signifikan, dan kenyataan di lapangan juga gak tembus 2 persen,” ujarnya.
Selain itu, untuk precast yang akan dipergunakan juga dicetak oleh BRM, namun juga belum dikirimkan ke sini.

“Informasinya, karena ini internal, kami sudah cek barang mutu dan barang sudah siap dikirim, kami tahunya barang cepat dipasang, tapi ada perjanjian antara kontraktor dengan BRM, harus ada pembayaran dulu baru barang boleh keluar,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan meski pernah dilakukan penambahan jumlah tenaga kerja, namun jumlah terus berkurang.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.