background img

DPRD SOROTI KELUHAN BPJS GRATIS

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menerima banyak keluhan seputar program BPJS Kesehatan gratis.

Pasalnya ada sms notifikasi dari BPJS yang meminta warga bersangkutan untuk membayar iuran BPJS meski dirinya masuk dalam program penggratisan tersebut.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid mengakui program BPJS gratis ini masih menyisakan kebingungan di masyarakat. Terutama mengenai penerima bantuan dan jadwal realisasinya.

Dimana dalam peraturan Wali Kota Balikpapan menyebutkan bahwa penerima bantuan BPJS gratis ini merupakan peserta kelas III mandiri, telah terdaftar sebagai peserta bukan penerima upah (PBPU) dan warga Balikpapan yang belum punya asuransi kesehatan.

“BPJS ini gratis baik yang aktif membayar maupun yang punya tunggakan. Jadi selama program ini berjalan maka BPJS akan membekukan total tunggakan peserta di Balikpapan yang mencapai Rp 28 miliar. Jadi mereka tetap bisa mendapat layanan BPJS gratis,” kata Syukri kepada wartawan, Jumat (22/10).

Namun faktanya, lanjut Syukri, ada warga yang melapor kepada dirinya terkait tagihan iuran BPJS kesehatan. Mereka mengaku mendapatkan sms notifikasi auto debet pembayaran iuran BPJS pada tanggal 5 Oktober 2021.

Bahkan pada tanggal 10 Oktober muncul lagi notifikasi yang menginformasikan adanya denda jika tidak membayar iuran BPJS kesehatan.

“Harusnya sudah gratis karena program ini Oktober, November dan Desember kita anggarkan dan clear. Badan Anggaran sudah mengesahkan anggaran untuk membayar premi sebanyak peserta yang akan kita cover. Jika ini terjadi, maka sesuai pedoman, ini tanggung jawab BPJS dan Dinas Kesehatan,” tuturnya.

Menurut Syukri dalam waktu dekat pihak DPRD berencana akan memanggil BPJS dan Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Sehingga DPRD mendapatkan informasi yang jelas mengenai permasalahan yang terjadi seputar realisasi program penggratisan iuran BPJS kesehatan.

“Jangan sampai warga dapat prank. Dianggap Oktober sudah mulai ternyata verifikasi belum. Akhirnya ada yang tidak membayar. Akhirnya BPJS memberikan denda. Saya menghimbau kepada warga yang mengalami segera kirim saja bukti-bukti itu karena kalau dia bayar itu harusnya dikembalikan,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *