background img

DPRD SIAPKAN PERDA KETAHANAN KELUARGA

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Balikpapan cukup tinggi. Berdasarkan data, hingga Juni 2020 sedikitnya sudah ada 20 anak usia dini yang menjadi korban. Soal ini, Wakil Ketua Komisi lV DPRD Kota Balikpapan Iwan Wahyudi mengaku prihatin terhadap situasi kekerasan seksual terhadap anak yang cukup tinggi tersebut.
“Apalagi pelakunya bervariatif. Ada yang pacar, bapak kandung, bapak tiri, kakek, om, serta guru ngaji. Kami tentu prihatin,” kata Iwan ketika dimintai komentarnya, Selasa (28/7).

Untuk mencegah terus bertambahnya kasus, lanjut Iwan, peranan masyarakat dan keluarga menjadi garda terdepan sangatlah penting. Oleh karena itu dari awal pihaknya telah mempersiapkan Perda ketahanan keluarga.”Perda ini nantinya akan mendorong keluarga dan lingkungan masyarakat untuk bisa menjadi garda terdepan,” ujar Iwan.Lingkungan dalam hal ini seperti tokoh agama, masyarakat dan lainnya.

Hal itu dinilai penting untuk bersama-sama memberikan perlindungan, ilmu, serta edukasi terhadap keluarga. “Ini menjadi faktor penting menurut kami, agar ke depan keluarga itu benar-benar terlibat terhadap perlidungan kekerasan seksual terhadap anak,” ungkapnya.

Iwan menambahkan, dalam merancang Perda tersebut, pihaknya akan melibatkan semua tokoh agama. “Ini supaya bisa memberikan masukan agar sinkronisasi terhadap ketahan keluarga ini bisa nyambung,” ucapnya. Ditanya soal status Balikpapan sebagai Kota Layak Anak, Iwan menyebut jika pihaknya masih mengkaji hal itu. “Kami masih mengkajinya. Tapi kami berharap status itu akan terus terjaga dengan baik. Kami terus memberikan dorongan terhadap pemerintah kota untuk mempertahankan status itu,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *