background img

DPRD PASTIKAN ANGGARAN COVID-19 TAK DIKURANGI 

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Di tengah kondisi perekonomian yang belum membaik, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan memastikan alokasi anggaran untuk pembiayaan penanganan Covid-19 tidak akan dikurangi.

Besaran anggaran yang sudah ditetapkan yakni Rp150 miliar, tetap akan kembali dialokasikan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Perubahan 2020.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Kota Balikpapan sepakat akan tetap mempertahankan anggaran pembiayaan Covid-19.

“Karena memang dari sebelumnya sudah dianggarkan untuk Covid-19 ini, yang jelas tidak akan dikurangi,” katanya ketika diwawancarai wartawan di kantornya, Senin (31/8).

Sesuai dengan laporan pertanggungjawaban yang telah diserahkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan kepada DPRD Kota Balikpapan, sekitar 30 persen dari Rp150 miliar anggaran yang dialokasikan dari hasil refocusing telah dipergunakan.

Sisa anggaran yang belum dicairkan rencananya akan kembali dialokasikan melalui APBD Perubahan 2020 yang saat ini masih dalam proses pembahasan.

“Kita masih menunggu data dari pemerintah kota, sampai sekarang datanya belum ada yang kita terima,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah meminta kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk mendata sejumlah anggaran yang akan dialihkan untuk mencukupi alokasi anggaran Covid-19.

“Kita akan bahas bersama-sama karena memang juga kita tahu sendiri kebanyakan anggaran terserap untuk Covid-19, sehingga kita tunggu datanya anggaran mana yang akan diutak-atik untuk dialihkan sebagai anggaran Covid-19,” jelasnya.

Ia menambahkan, alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 merupakan salah satu fokus utama dalam pembahasan APBD Perubahan 2020, selain sejumlah pembiayaan terkait kebijakan recovery ekonomi dan pendidikan.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti semakin meningkatnya jumlah laporan kasus pasien yang terkonfirmasi positif dan korban meninggal dunia akibat Covid-19.

“Dengan kasus yang semakin hari semakin meningkat kita sepakat dengan Pemerintah Kota untuk tetap mempertahankan anggaran Covid-19, recovery ekonomi dan pendidikan,” pungkasnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *