background img

DPRD MINTA GURU KOMORBID TETAP DARING

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta agar tenaga pengajar yang memiliki riwayat komorbid untuk tidak terlibat dalam kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi 4 DRPD Kota Balikpapan Iwan Wahyudi kepada wartawan, Jumat (11/12).

Menurut Iwan, usulan itu disampaikan untuk mengantisipasi risiko potensi penyebaran Covid-19 dalam rencana pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Jadi kalau ada tenaga kerja pengajar yang punya riwayat memiliki penyakit bawaan atau komorbid, kami harapkan bisa tetap mengajar secara daring,” kata Iwan.

Sesuai dengan rencana yang dibuat, sejumlah sekolah di Kota Balikpapan mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama akan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah pada 11 Januari 2021 mendatang.

Sebagai persiapan, sebanyak 2.708 guru dan tenaga kependidikan dari tingkat SD hingga SMP telah menjalani pemeriksaan rapid test Covid-19.

Dan sekolah akan melaksanakan simulasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada 14 Desember 2020 mendatang.

“Meskipun hasil rapid test terhadap guru yang bersangkutan ternyata non reaktif, tetapi kita harus tetap menjaga agar tetap aman terhadap potensi penyebaran Covid-19. Artinya kita melakukan pendeteksian dini terhadap bahaya penyebaran Covid-19 di sekolah,” jelas Iwan.

Selain itu, pihaknya meminta agar 6 kategori protokol kesehatan yang diminta oleh Kementerian Pendidikan dijalankan dengan baik. Sehingga bahaya penyebaran Covid-19 terutama kepada peserta didik tetap bisa diminimalisir.

“Kami minta ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan arahan dari pusat, di antaranya untuk pemeriksaan komorbid terhadap tenaga pengajar yang akan mengajar di sekolah ketika kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali dibuka, penyediaan hand sanitiser dan pengecekan suhu. Termasuk pengaturan jam belajar mengajar di sekolah. Serta membatasi jumlah siswa yang dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar, yakni maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan,” terangnya.

Ia menambahkan, pada dasarnya DPRD Kota Balikpapan mendukung rencana untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

Hal ini sangat penting untuk mengatasi ancaman psikologi anak yang selama pandemi Covid-19 melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.

“Kita menghindari adanya hambatan tumbuh kembang anak, masalah psikologi, sosial, dan anak juga merindukan untuk kegiatan sekolah,” ungkapnya.

(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *