background img

DPRD DUKUNG REFOCUSING ANGGARAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendukung rencana pemerintah kota untuk melakukan refocusing APBD tahun 2021.

“Kami dari badan anggaran siap mendukung kegiatan refreshing yang dilaksanakan oleh pemerintah kota,” kata Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid kepada wartawan, Jumat (16/4).

Menurut Syukri, pihaknya siap mendukung rencana refocusing yang akan dilakukan oleh pemerintah kota untuk membiayai program upaya penanganan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut di tahun 2021.

Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan oleh pemerintah kota, besaran anggaran yang akan dilakukan refocusing pada tahun 2021 ini tercatat mencapai Rp 100 miliar. Nilai tersebut naik dari hasil pembahasan awal yang tercatat hanya mencapai Rp 50 miliar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan refocusing tersebut dapat dilakukan untuk menangani sejumlah kegiatan yang belum dianggarkan dalam penyusunan APBD 2021 yang sudah ditetapkan.

“Kalau memang ada anggaran yang belum tercover dalam APBD murni silahkan diajukan dalam pengajuan anggaran refocusing, tapi sampai hari ini badan anggaran juga belum ada menerima usulan dari pemerintah kota terkait besaran angka nilai refocusing akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini,” ujarnya.

Menurutnya, masa jabatan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang akan berakhir pada tanggal 30 Mei 2021 mendatang, tetap diperbolehkan mengajukan refocusing anggaran.

Alokasi anggaran yang akan dipergunakan untuk refocusing tersebut akan ditetapkan dengan mekanisme mendahului pembahasan anggaran, yang diakomodir dalam pembahasan APBD Perubahan tahun 2021 yang dijadwal baru akan dilaksanakan pada Agustus 2021 mendatang.

Ia meminta agar anggaran refocusing yang dialokasikan lebih difokuskan untuk membiayai sejumlah program, di antaranya pemulihan ekonomi pasca 1 tahun pandemi Covid-19, program preventifnya atau pada kegiatan untuk mendukung program vaksinasi.

Sementara itu, untuk kegiatan yang bersifat kuratif seperti penyediaan ruang isolasi ataupun penyediaan ventilasi untuk rumah sakit lebih baik dipertimbangkan kembali karena memang saat ini data penyebaran Covid-19 sedang menurun.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *