background img

DOMPET DHUAFA TEBAR HEWAN QURBAN

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Ada suasana berbeda pada Hari Raya Idul Adha tanggal 31 Juli nanti. Tidak adanya keberangkatan calon jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci, karena masa pandemi Covid-19 belum mereda. Walau pun demikian, kegiatan berqurban tetap dilaksanakan.

Dompet Dhuafa menawarkan program Tebar Hewan Qurban yang sudah ada sejak 1994, dengan penyaluran tepat sasaran hingga ke pelosok.
“Setiap ibadah yang Allah perintahkan dan disyariatkan kepada kita pasti memiliki hikmah.

Tentunya hikmah itu dijadikan Allah sebagai branding marketing agar kita sebagai umat Islam gemar melakukaknnya. Banyak perkara yang bisa kita ambil hikmahnya dari pelaksanaan ibadah qurban,” ucap ustadz Agus Khoirul Huda, Lc saat tausiah singkat di program Sajadah (SajianAmal Ibadah) radio KPFM 95.40 Mhz Balikpapan yang dipandu Elyana Sesil, Jumat(3/7).

Program ini didukung Dompet Dhuafa Kaltim.Agus menyampaikan, ibadah qurban menjadi ibadah dengan nilai investasi pahala yang luar biasa. Setiap helai bulu dari hewan qurban adalah kebajikan. Berqurban adalah ibadah sunnah, tetapi sunnah muakadah yang artinya sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Bahkan ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa hukum berqurban ini adalah wajib. Keutamaan dari berqurban adalah konsep ketaqwaan. Qurban adalah amal ibadah yang paling mulia di hari Idul Adha.

“Terkait dengan jumlah nama yang lebih dari satu pada satu ekor hewan yang akan diqurbankan, itu boleh saja. Asal tidak lebih dari tujuh nama. Ini berlaku untuk hewan qurban seperti sapi maupun unta,” ujar ustadz yang sangat aktif berceramah secara online selama pandemi ini.

“Dengan berqurban kita bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan. Terlebih kaum duafa yang mungkin hanya bisa mengonsumsi daging setiap Idul Adha,” ujarnya.
Jika ingin berqurban bisa segera datang ke Dompet Dhuafa Kaltim beralamatkan di depan Masjid Namira Balikpapan Baru. Atau bisa aksesddkaltim.org/qurban.

“Ibadah qurban bukan sekadar ibadah. Qurban adalah simbolitas atas kepasrahan kita sebagai hamba yang hina di hadapan Allah yang maha perkasa. Untuk itu jangan pernah berkata aku tidak mampu, tapi yang sering terjadi adalah aku tidak mau,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, qurban tidak membutuhkan kemampuan. Tapi qurban membutuhkan keinginan. “Karena saat ini banyak orang yang mampu tapi tidak mau berbagi dikarenakan berbagai alasan. Sehingga tidak bisa mencicipi indahnya qurban,” tutupnya.Sesil/kpfm

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *