background img

DOMPET DHUAFA DORONG UMKM BANGKIT

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Situasi pandemi Covid-19 yang telah terjadi sejak awal tahun 2020 telah memberikan dampak besar terhadap kondisi perekonomian secara nasional.

Bahkan sejak November 2020, situasi kondisi perekonomian Indonesia sudah masuk dalam masa krisis ekonomi atau resisi.

Kondisi tentu sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan banyak pelaku usaha UMKM yang terpaksa menutup usahanya di tengah situasi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Menyikapi kondisi ini, Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga terpercaya dalam pengumpulan zakat, infak dan shadaqah berencana akan meluncurkan program yang diberi nama Bangkit yang merupakan singkatan dari Bantu Pedagang Kecil Melejit.

Kepala Cabang Dompet Dhuafa Kaltim Agun Gunawan mengatakan melalui program Bangkit, pihaknya akan berusaha kembali mendorong pertumbuhan UMKM sebagai penggerak perekonomian.

“Kita akan membantu kita akan sukseskan kembali, kita akan bangkitkan kembali, kalau bisa lebih baik dari yang sebelumnya,” kata Agun dalam program Stay Tune Gift di Radio KPFM Balikpapan, Senin (14/12).

Program ini, menurut Agun, tidak hanya membantu untuk membangkitkan kembali UMKM yang masih bertahan, namun juga akan menyasar pelaku UMKM yang terpaksa menutup usaha di tengah situasi pandemi Covid-19, untuk bangkit kembali menjalankan usahanya.

Dalam program ini, para pelaku usaha UMKM akan diberikan bantuan dari modal hingga keterampilan agar bangkit kembali menjalankan usahanya.

” Insya Allah kita akan memberikan bantuan modal dan bantuan keterampilan. Dalam masa situasi pandemi Covid 19, UMKM merupakan sektor yang paling terdampak terutama ketika bangsa Indonesia ini masuk dalam masa resesi,” terangnya.

Menurut Agun, sektor UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian, karena hampir 80 persen angkatan kerja diserap di sektor UMKM.

“Ketika UMKM terdampak tentunya juga akan berdampak besar pada perekonomian secara nasional karena UMKM ini adalah sektor yang menyerap hingga 80% angkatan kerja yang ada,” jelasnya.

Ia menjelaskan situasi pandemi Covid-19 tidak banyak berdampak pada realisasi pengumpulan zakat, infak dan shadaqah di Dompet Dhuafa.

Hingga Desember 2020 ini, realisasi pengumpulan zakat, infak dan shadaqah tercatat mencapai Rp 4 miliar. Tidak jauh berbeda dengan hasil pengumpulan pada tahun 2019 lalu.

“Memang ada penurunan, tapi ada peningkatan di pengumpulan dana sosial,” ujarnya.

(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *