background img

DOKTER JUGA DEG-DEGAN SEBELUM DIVAKSIN

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Deg-degan. Itulah yang dirasakan sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan sesaat sebelum disuntik vaksin Covid-19, Kamis (28/1).

Dokter Romi salah satunya. Dokter Penata Anestesi itu berbagi cerita pengalamannya usai disuntik.

Ia mengaku sempat deg-degan sesaat sebelum mendapat suntikan.

Namun, setelah menerima suntikan ternyata tidak sakit sama sekali, dan tidak ada bedanya dengan vaksinasi lain yang pernah ia terima.

“Deg-degan pasti. Tapi biasa saja, rasanya pas disuntik kayak dicubit gitu. Tidak ada bedanya dengan vaksin lain. Caranya sama dan rasanya juga sama,” kata Romi.

Untungnya tidak ada efek samping yang dirasakan atau dialami setelah disuntik vaksin produksi Sinovac tersebut.

“Efeknya tidak ada. Mudahan bisa memberikan kekebalan pada tubuh serta meningkatkan imun, karena kita memberikan pelayanan ke pasien,” ujarnya.

Serupa dirasakan Dokter Arya. Ia juga sempat tegang dan deg-degan. Namun setelah disuntik, ia tidak merasakan ada efek samping.

“Rasanya sama saja dengan vaksin lain. Sejauh ini hingga 30 menit juga tidak ada efek samping yang dirasakan. Mudahan baik-baik saja,” ungkap Arya.

Oleh karena itu, Dokter Anestesi itu berharap seluruh masyarakat jangan ragu dan khawatir untuk menerima vaksin Covid-19.

“Jangan ragu atau khawatir. Tapi harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Beriman Balikpapan drg. Indrawati Budiana menyebutkan, pada hari pertama ini RSUD Beriman melakukan penyuntikan kepada 50 Nakes. Dimulai pukul 09.00-12.00 Wita.

“Hari ini 50 orang dulu, setelah itu kita evaluasi. Nantinya sasaran kita ada 480 orang yang akan divaksin. Tidak hanya Nakes, sekuriti dan lainnya juga kita libatkan, karena berisiko juga kerja di rumah sakit,” sebutnya.

Sebelum diberi vaksin, petugas terlebih dahulu bertanya tentang kondisi kesehatan. Ini adalah tahapan screening kriteria penerima vaksin. Jika tak lolos, maka tidak bisa dilakukan penyuntikan atau ditunda dulu untuk penyuntikan.

“Kita melakukan screening dulu, apakah punya penyakit penyerta atau seorang penyintas Covid-19 dan lainnya.

Termasuk pemeriksaan suhu dan tensi. Kalau tinggi kita tunda dulu, dan sejauh ini belum ada laporan,” tuturnya.

Setelah disuntik pun petugas akan memantau kejadian ikutan pasca imunisasi selama kurang lebih 30 menit. “Harus menunggu 30 menit dulu. Kalau tidak ada efek yang dirasakan boleh beraktivitas kembali,” ucapnya.

Diketahui, pelaksanaan vaksinasi di Kota Balikpapan ini sudah mulai dilakukan sejak Rabu (27/1) kemarin.

Lebih cepat dari jadwal, yang rencananya baru akan berlangsung pada Jumat (29/1) besok.

Hal itu menyusul adanya surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang meminta percepatan vaksinasi kepada Nakes. Dan ditarget seluruhnya selesai pada 31 Januari 2021 nanti.

Karena itu, Pemkot Balikpapan menginstruksikan seluruh Faskes yang sudah terdistribusi vaksin untuk segara melakukan penyuntikan.

Pada hari pertama kemarin, sedikitnya ada tujuh Faskes yang sudah melakukan penyuntikan. Adapun jumlahnya yang sudah disuntik vaksin asal China tersebut sebanyak 73 orang. Penyuntikan pun dilanjutkan hari ini Kamis (28/1).

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *