background img

DOA YANG DIKABULKAN

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Setiap muslim selalu berdoa kepada Allah untuk mewujudkan keinginannya. Dengan berdoa, manusia menjadi dekat dengan Allah.

Terkadang, banyak manusia yang tidak sabar menunggu hasil dari doa yang dipanjatkan. Mereka menunggu kapan doa tersebut dikabulkan.

Ustadz H Samsyul Bakhri dalam program buka puasa Lentera Qolbu yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Kamis (22/4) menyampaikan ada syarat yang harus kita penuhi ketika doa kita ingin diterima oleh Allah SWT.

Pertama adalah melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian yang kedua beriman kepada Allah.
“Makna beriman di sini adalah kita harus meyakini bahwa doa yang kita panjatkan akan diterima oleh Allah SWT,” katanya.

Lalu, yang ketiga, kita harus selalu berjalan di atas kebenaran, karena itulah doa merupakan suatu permohonan atau permintaan yang bersifat baik seperti meminta kesehatan, keselamatan, rezeki yang halal dan tabah dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, tujuan dari seseorang berdoa adalah memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah dan pelindung setan yang terkutuk serta memohon agar diberikan keselamatan dunia dan akhirat.

Doa adalah sebagai pengungkapan rasa syukur kepada Allah atas rahmat yang diberikan kepada kita.

Selain itu, ada waktu-waktu yang tepat atau yang mustajab untuk berdoa kepada Allah di antaranya adalah sepertiga malam yang terakhir Allah, ketika sujud saat salat fardhu terutama di sujud yang terakhir dengan doa-doa tersebut kita lafalkan dalam hati kita, kemudian yang ketiga adalah setiap selesai salat wajib, kemudian yang keempat adalah berdoa di hari Jumat terutama ketika khutbah kedua ketika khatib sedang duduk di khutbah yang kedua, maka kita pergunakan untuk berdoa.

Lalu, yang kelima adalah di antara adzan dan iqamah, kemudian berdoa saat bulan Ramadan di saat kita makan sahur, kemudian saat kita berbuka puasa, di saat kita bangun tidur, sebelum tidur terlebih dahulu bersuci dan berzikir kepada Allah, saat terjadi perang, saat malam lailatul qadar, kemudian saat sedang hujan, kemudian di hari Arafah atau 10 Dzulhijjah, kemudian doa seorang mukmin untuk saudaranya yang mana doa tersebut tanpa diketahui oleh saudaranya dengan tujuan doa yang baik dan kemudian saat dalam perjalanan.

Ia menambahkan, ketika berdoa sebaiknya didahului dengan mengambil air wudhu kemudian menghadap kiblat.
Lalu, sebelum berdoa bacalah basmalah, istighfar kemudian hamdalah dengan sholawat Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

Karena kata Rasulullah tidak ada doa tanpa shalawat kepadaku. Artinya ketika orang berdoa kemudian tidak bershalawat kepada Rasulullah dipastikan doanya akan tertolak, selanjutnya adalah mengangkat kedua tangan sebelum doa dan mengusap wajah dengan telapak tangan setelah berdoa lalu meminta dengan suara yang tenang sambil berdoa dengan sungguh-sungguh tulus dan ikhlas.

Selanjutnya, untuk lebih meyakinkan dengan doa kita, maka doa tersebut boleh diulang di waktu-waktu yang lain sebagai bentuk keseriusan kita terhadap doa yang kita panjatkan kehadirat Allah, dan yang terakhir setelah berdoa ditutup dengan sholawat nabi dan pujian kepada Allah.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *