background img

DLH LIBATKAN KURIR ONLINE TANGGULANGI PLASTIK

11 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan melibatkan kurir online untuk berpartisipasi dalam menanggulangi penggunaan kemasan plastik.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti penerapan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang larangan penggunaan kemasan plastik di Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Suryanto mengatakan, pihaknya telah memanggil sejumlah kurir atau ojek online yang biasanya menangani pembelian makanan secara online.

“Hari ini kita melakukan sosialisasi kepada driver online untuk berpartisipasi dalam menanggulangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dalam menerima orderannya,” kata Suryanto ketika menjadi narasumber di program Sarapan Pagi Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan yang dipandu Sherly Kezia dan Elyana Sesil, Kamis (12/11).
Menurut Suryanto, dalam kegiatan sosialisasi tersebut, setiap kurir online diminta untuk menyediakan wadah yang dapat dipergunakan berulang kali untuk membawa pesanan makanan yang diorder oleh konsumen, agar tidak lagi menggunakan kantong plastik.

“Kita menyampaikan kepada mereka agar membawa pembungkus atau kemasan yang bisa digunakan berulang kali, jadi tidak lagi pakai plastik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak mulai diberlakukannya aturan tentang larangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai, volume sampah yang dihasil oleh masyarakat menurun cukup signifikan.

Saat ini dari total volume yang dihasilkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, jumlah volume sampah plastik yang dihasilkan hanya berkisar 7,2 persen atau sekitar 30 hingga 40 ton per hari.

“Memang semenjak adanya peraturan tersebut tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan kemasan plastik juga sudah mulai meningkat, di antaranya banyak ibu-ibu yang sudah mulai membawa sendiri tempat perbelanjaannya dari rumah ketika berbelanja,” ungkapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan efektivitas penerapan peraturan tersebut, pihaknya juga melibatkan sejumlah sekolah untuk menerapkan aturan larangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai di lingkungannya. Di antaranya dengan meminta kepada siswa termasuk warga sekolah untuk membawa minum dengan menggunakan tumbler.

“Kalau di sekolah sudah bagus, dalam membantu upaya penanggulangan penggunaan kemasan plastic, di antaranya dengan mewajibkan anak-anak untuk membawa botol minum sendiri,” terangnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini Kota Balikpapan merupakan satu-satunya daerah yang telah memiliki Perda tentang larangan penggunaan kemasan plastik. Kebijakan ini merupakan upaya partisipasi daerah dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperpanjang umur tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

“Kita melakukan imbauan untuk pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai bukan hanya bertujuan untuk memperpanjang umur kapasitas dari tempat pembuangan sampah akhir, namun juga untuk memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan. Untuk saat ini kota Balikpapan merupakan satu-satunya kabupaten kota yang memiliki peraturan daerah terkait larangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai,” pungkasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *