background img

DLH DORONG MASYARAKAT MEMILAH SAMPAH

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Masalah sampah masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia.

Kepedulian lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan pemilahan sampah harus dilakukan oleh setiap elemen masyarakat termasuk dari rumah, yakni dengan melakukan pemilahan sampah antara sampah organik dan sampah non organik.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Tommy Alfianto mengatakan, sesuai indikator yang dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup, bahwa timbunan sampah akan meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

Karena apabila dihitung secara rata-rata, setiap orang menghasilkan sekitar 0,72 Kg sampah per hari. Sehingga diperlukan penanganan serius dalam upaya penanganan sampah yang dihasilkan.

“Kalau bicara sampah memang setiap ada manusia pasti ada sampah, karena ukurannya dari Kementerian Lingkungan Hidup, hitungannya 1 orang itu menghasilkan 0,72 Kg sampah per hari,” katanya dalam talkshow di Radio KPFM Balikpapan bersama Sherly Keysa dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Selasa (8/6).

Menurutnya, dalam pengelolaan sampah, Kota Balikpapan merupakan salah satu kota yang terbaik se Indonesia. Hal itu terbukti dengan disematkannya TPA Manggar Balikpapan sebagai TPA terbaik oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2019 lalu.

“Alhamdulillah masyarakat Balikpapan masih baik dan konsisten untuk peduli dalam upaya pengelolaan sampah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam upaya penanganan peningkatan jumlah sampah, pihaknya saat ini mendorong masyarakat untuk mendukung upaya pemilahan sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah. Sehingga jumlah volume sampah yang dihasilkan ke TPA dapat dikurangi.

Karena persoalan peningkatan jumlah volume sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua pihak.

Masyarakat diberikan pemahaman dalam mengelola sampah bukan hanya sekadar barang buang, tapi melihat sebagai benda yang masih bisa dipakai bahkan bernilai ekonomis.

“Masalah sampah itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga masalah kita. Untuk kedisiplinan dalam hal waktu membuang sampah kalau saya perhatikan masyarakat Balikpapan itu sudah bagus. Dan memang tantangan kedepannya adalah kita bukan hanya sekadar membuang tapi memilah, karena dengan memilah kita tidak melihat sampah itu sebagai benda yang terbuang saja, tapi melihat sebagai benda yang masih bisa dipakai,” ujarnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *