background img

DKK AKUI TIGA SEKOLAH TOLAK VAKSIN MR

3 years ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Program nasional imunisasi campak dan rubella atau Measles Rubella (MR) di Kota Balikpapan diwarnai penolakan dari beberapa sekolah.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan,  Ballerina. Wanita berkacamata itu tidak menampik adanya sekolah yang menolak divaksin campak dan rubella tersebut.

”Ada tiga sekolah di Balikpapan yang menolak pelaksanaan program vaksin ini. Tapi, kami terus melakukan pendekatan dan meyakinkan bahwa pemberian vaksin ini sangat penting,” kata Ballerina,  Selasa (17/7).

Terkait penolakkan pemberian vaksin Meases Rubbella oleh tiga sekolah tersebut,  Ballerina menegaskan menyerahkan sepenuhnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan.

“Kami serahkan ke Disdik. Mau menolak atau tidak, program pemerintah untuk vaksin ini tetap dilakukan. Karena tugas kami menjalankan pelaksanaan vaksin ini untuk mencegah penyakit campak dan rubella,” ujarnya.

Ballerina menyampaikan, pemberian vaksin MR rencananya dilakukam Agustus hingga September 2018 untuk anak usia 9 bulan hingga usia 15 tahun, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan data, lanjut dia, jumlah anak yang akan divaksin MR sebanyak 172.780 jiwa. Sebanyak 118.607 jiwa anak usia sekolah dan di luar sekolah sebanyak 54.173 jiwa.

“Kami tetap jalankan sosialisasi ini. Persoalan menolak itu kerja sama dengan Dinas Pendidikan. Dan yang terpenting kami sudah koordinasi dengan Disdik,” imbuhnya.

Ballerina menjelaskan, persiapan pemberian vaksin tersebut sudah mencapai 100 persen. Rencananya vaksin akan diambil pada akhir Juli dan saat ini terus dilakukan sosialisasi.

“Dengan melakukan imunisasi, maka potensi penularan virus dapat dicegah sehingga terbangun kekebalan kelompok (Herd Immunity),” ucapnya.

Dia menargetkan cakupan pelayanan imunisasi pada kampanye MR bisa lebih dari 95 persen dari seluruh sasaran. Adapun lokasi pelayanan MR sendiri tersebar di 2.152 Pos Pelayanan, yakni di 693 Pos Pelayanan di Sekolah dan 1.459 Posyandu.

“Kami sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam berperan aktif untuk imunisasi massal ini,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
Health · News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *