background img

DISDAG AKAN TERTIBKAN PENGECER ELPIJI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kota Balikpapan saat ini, mengakibatkan harga gas bersubsidi itu melonjak hingga Rp 40 Ribu per tabung di tingkat pengecer. Padahal harga normal LPG 3 Kg di pangkalan hanya seharga Rp 18.000.
Dinas Perindustrian Perdagangan Kota Balikpapan berencana melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap harga gas elpiji di tingkat pengecer.
Hal ini dilakukan untuk menertibkan pengecer yang nakal, agar para pengecer gas elpiji 3 kilogram ke depannya tidak menentukan harga seenaknya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Arzaedi Rachman mengatakan, pihaknya berencana melakukan survei ke lapangan hingga ke tingkat pengecer untuk memastikan masalah kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram yang terjadi.
Menurut Arzaedi, pihaknya akan menelusuri stok elpiji ukuran tiga kilogram yang dimiliki dan harga jual yang dikenakan oleh para pengecer kepada masyarakat.
“Kita akan melakukan survei di lapangan. Terkait informasi bahwa pengecer tersebut dapat stok elpiji 3 kilo yang dijualbelikan itu dari mana? Berapa dapatnya. Kalau nanti dia memang benar dapat di pangkalan itu harga Rp 18.000 tapi dia jual dengan harga yang tinggi Rp 40 ribu, itu rumusnya dari mana?” kata Arzaedi kepada wartawan, Kamis (11/8).
Ia menuturkan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengatur para pengecer, karena sesuai aturan harga eceran tertinggi hanya ditetapkan di tingkat pangkalan. Sehingga pihaknya hanya bisa memberikan sebatas imbauan agar tidak menjual dengan harga yang terlalu tinggi.
“Kalau untuk pengecer ini memang tidak diatur tapi kalau pangkalan itu menjual di atas harga eceran tertinggi, nah itu baru kita ambil tindakan. Untuk pengecer yang menjual dengan harga tinggi kita hanya bisa memberikan imbauan,” jelasnya.
Namun dari hasil peninjauan lapangan tersebut, nanti bisa digunakan untuk memastikan stok elpiji yang dimiliki oleh pengecer, apakah benar sesuai regulasi atau tidak ketika mendapatkannya dari pangkalan.
“Misalnya ada pengecer di timur jangan mengambil barang di utara, nanti kita akan tertibkan. Untuk pengaturannya itu memang merupakan wewenang dari Pertamina dan Hiswana Migas,” ujarnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.