background img

DIRAWAT 3 HARI, SATU PDP MENINGGAL DUNIA

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kabar duka diumumkan Tim Gugus Percepatan Penanganan virus Corona atau Covid-19 Kota Balikpapan, Jumat (15/5) sore.
Seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Balikpapan, membenarkan adanya salah seorang PDP Covid-19 yang meninggal dunia tersebut.

Pasien itu diketahui berjenis kelamin laki-laki berusia 20 tahun, dan meninggal dunia dalam perawatan instalasi khusus atau isolasi Covid-19 di RS Kanujoso.
“Satu PDP kita yang hari ini meninggal dunia. Usianya masih sangat muda, 20 tahun. Jenis kelaminnya laki-laki,” kata Rizal pada sesi penyampaian update terbaru wabah Corona di Balikpapan, Jumat (15/5) sore.Meski pasien belum dapat dipastikan positif Corona, namun untuk proses pemakaman tetap dilakukan secara protokoler pasien Covid-19.

“Hasil Swapnya belum kita terima karena dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Tentu kalau PDP meninggal dunia, pemakamannya tetap berdasarkan dengan protokol kesehatan atau protokol penanganan Covid-19,” ujar Rizal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menambahkan, pasien dengan status PDP yang meninggal tersebut masuk di RS Kanujoso pada 12 Mei 2020, dan meninggal pada 15 Mei 2020. “Hanya dirawat tiga hari,” ungkap Dio sapaan akrab Andi Sri Juliarty.

Pasien tersebut, lanjut Dio, masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas. Kemudian, memiliki riwayat penyakit Tuberkulosis (TBC) dalam pengobatan. “Riwayat penyakit Tuberkulosis.Tidak ada riwayat perjalanan kemana-mana,” ucap Dio.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *