background img

DIANIAYA WNA, PEKERJA RDMP LAPOR POLISI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – SH, mendatangi Mapolresta Balikpapan, Senin siang (21/3). Kedatangan pria 42 tahun itu untuk melaporkan atasannya, dengan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan.

Ditemui di Mapolresta Balikpapan, pekerja proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) itu menjelaskan kronologi kejadian. Bermula pada Jumat(18/3) sore sekira pukul 17.00 Wita.

Saat itu, SH melihat rekan kerjanya seorang perempuan inisal YN (22) dianiaya oleh atasan yang merupakan seorang WNA inisial PK. Kejadian itu berlangsung di area proyek RDMP.

“Kejadian dalam kawasan proyek kilang. Saya tidak tahu masalahnya apa. Saya lihat YN itu dipanggil dengan nada keras, dibentak, dilempari batu, terus dicekik dan dipukul. Nah, saya stop dan interven. Terus saya temani melapor ke polisi. Saya sebagai saksi,” kata SH kepada wartawan.

Kejadian pun berlanjut pada pagi hari ini, Senin (21/3). YN mengubungi SH melalui pesan WhatsApp untuk datang ke rumahnya. Karena merasa khawatir, SH datang setelah melaksanakan salat subuh.

Tak sendirian, SH ditemani rekannya AN. Sampai di sana, rupanya sudah ada tiga orang dalam rumah YN. Dua di antaranya WNA dan satu lagi orang Indonesia.

“Saya permisi baik-baik. Saya izin ketemu YN. Pas sampai di dalam saya lihat YN itu ketakutan, diam, dan melamun. Ia disodori materai sama surat-surat yang saya tidak tahu isinya. Saya curiga, enggak benar begini. Nah saya bilang sama YN, aku bapakmu, ada apa, ngomong sama saya,” cerita SH.

SH yang melihat kondisi YN dalam ketakutan langsung memeluknya. Namun, diseret keluar oleh WNA inisal CH yang juga atasan tempat SH dan YN bekerja.

“Saya merasa ini sudah tidak relevan, masa tamu nyeret saya. Padahal yang punya rumah manggil saya, makanya saya suruh teman saya (AN) itu telepon polisi. Ini sudah enggak bener,” ungkapnya.

Tak hanya diseret, SH juga mengaku didekap dengan kencang oleh CH. Kemudian dibentur-benturkan ke pintu pagar dan tembok rumah. “Saya didekap sampai hampir tak bernafas. Dibenturkan ke pagar dan tembok juga. Ini ada luka gores di tangan saya,” sebut SH sambil menunjukkan bekas goresan di tangan kirinya.

SH menyebut, kejadian itu disaksikan langsung lewat video call oleh seorang anggota Polresta Balikpapan. “Teman saya ini (AN) video call dengan anggota polisi. Kejadian itupun disaksikan walaupun lewat telepon. Terus anggota polisi ini menengahi dan membawa kami ke sini (PPA). Saya buat laporan lagi. Jadi ada dua laporan ini. Saya melapor CH dan YN melapor PK,” ucapnya.

Ditanya soal kondisi YN, SH menyebut jika mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya setelah dilakukan visum. Yakni luka gosong di bagian paha dan bagian belakang tubuh. Diduga akibat penganiayaan berulang oleh WNA tersebut.

“Waktu saya nemani jadi saksi hari Sabtu kemarin itu YN ngomong sama saya hasil visum ada gosong di bagian paha. Itu akumulasi (penganiayaan) dari perbuatan setiap hari oleh WNA Korea itu. Cuma YN selama ini diam, dia enggak berani karena takut dipecat. Banyak saksi, tapi pada diam karena takut dipecat,” bebernya.

SH berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kejadian ini. Sebab para pekerja sudah geram dengan apa yang dilakukan oleh atasannya itu. “PK dan CH ini atasan kami. Mohon supaya pihak keamanan untuk menindak tegas. Bahkan saya kalau bersalah pun siap dunia akhirat. Saya yakin akan dipecat, tapi ini demi membela kebenaran,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak perihal kasus ini. Dia mengatakan jika pihaknya masih akan melakukan pengecekan terlebih dahulu dan mendalami laporan tersebut.

“Belum, saya cek dulu ya,” ucap Rengga saat ditemui di Polresta Balikpapan.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.