background img

DI BALIK KEBAKARAN GUNUNG BUGIS, ADA DUGAAN KESENGAJAAN

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kebakaran yang memakan korban jiwa terjadi di Kota Balikpapan pada Sabtu (5/6) sekira pukul 23.00 Wita. Tepatnya di kawasan padat penduduk di Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat (Balbar).

Sedikitnya 31 unit rumah warga dilalap si jago merah. Rinciannya 21 unit ludes terbakar dan 10 lainnya ikut terdampak. Semuanya dari tiga RT, yakni RT dua, tiga dan empat. Sementara untuk korban meninggal dunia satu orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KPFM di lokasi, korban meninggal diketahui bermama Haruna (53). Ia merupakan pemilik rumah No 45 RT 2, di mana pertama kali api berasal.

“Api itu pertama kali dari rumah pak Haruna. Awalnya kecil, kemudian membesar dan puncaknya sekitar pukul 23.00 Wita,” kata Rizal Sanusi (43), salah satu korban kebakaran saat diwawancarai KPFM di lokasi, Minggu (6/6).

Rumah Rizal sangat dekat dengan asal api tersebut. Hanya berjarak dua rumah. Saat kejadian, ia sempat beberapa kali mendengar teriakan minta tolong dari korban (Haruna).

Namun karena api sudah mulai membesar dan menjalar ke rumahnya, ia pun tak sempat ke rumah korban untuk memberikan pertolongan.

Yang ia pikirkan saat itu hanya bagaimana agar semua anggota keluarganya selamat dari musibah itu. Bahkan ia tak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya.

“Sudah enggak sempat. Yang aku pikirkan hanya menyelamatkan anak-anak saya saja. Saya juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharaga. Ijazah, sertifikat rumah dan lainnya hangus. Padahal anak-anak mau daftar sekolah,” akunya.

Rizal tidak mengetahui persisnya bagaimana kebakaran itu bisa terjadi, dan dengan begitu cepat menjalar ke rumah warga yang lainnya. Terlebih mayoritas bangunan rumah terbuat dari kayu.
Namun Rizal menduga ada unsur kesengajaan. Sebab, beberapa waktu belakangan Rizal sering mendengar ancaman bakar rumah dari anak korban berinisial B (18).

“Dia sering ngancam mau bakar rumah kalau tidak kasih uang oleh bapaknya. Semua warga di sini juga tahu soal itu. Dan ternyata kejadian betul,” ujar Rizal.

Warga lainnya, Lina (48) juga mengisahkan perilaku pemuda tersebut yang kerap mengancam akan membakar rumah.

“Anak itu sering ngancam bakar rumah memang. Enggak tahu kenapa. Mungkin stres atau apa. Makanya saat tahu asal api itu dari rumahnya, warga gebukin itu anak. Karena sudah tahu pasti sengaja dibakar,” ucap Lina.

Kini 44 Kepala Keluarga dengan 155 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut. Pemerintah pun bergerak cepat untuk melakukan penanganan awal. Dengan mendirikan posko di Masjid Al Ula, Balikpapan Barat.

Bantuan dari masyarakat maupun organisasi dan perusahaan dapat langsung disalurkan di sana.

“Tidak ada penggalangan dana di lokasi lain. Langsung ke posko saja. Semua terpusat di sini,” kata Kepala BPBD Balikpapan Suseno di lokasi.

Selain itu turut pula dibahas bantuan sewa rumah bagi para korban kebakaran. Termasuk inventarisasi anak sekolah dari tiga RT tersebut. “Kalau jumlah bantuan sewa rumah sedang dibahas. Nanti masuk ke rekening masing-masing,” tandasnya

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *