background img

DEWAN SIKAPI DUGAAN PENGRUSAKAN MANGROVE

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan berencana akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kota Balikpapan terkait laporan dugaan pengupasan lahan mangrove di kawasan Teluk Balikpapan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Taufiqurrahman mengatakan, telah menerima laporan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait dugaan pengupasan lahan di kawasan mangrove Teluk Balikpapan.
“Mereka datang ke sini membawa surat untuk meminta Komisi III dan Komisi I dapat menindaklanjuti laporan masyarakat. Segera akan kita lakukan sidak untuk memastikan laporannya,” katanya ketika diwawancarai wartawan di kantornya, Rabu (26/8).

Menurutnya, pihaknya akan menjadwalkan inspeksi mendadak untuk memastikan kebenaran yang disampaikan.
“Tapi kita belum melihat sejauh mana. Kita belum turun ke lapangan, ini lagi dijadwalkan karena lokasinya juga tidak bisa diakses lewat darat jadi harus lewat laut,” ujarnya.

Ia menerangkan, apabila nanti dalam hasil pemeriksaan lapangan ditemukan bukti maka pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait kepastian lokasi kawasan konservasi dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kota Balikpapan, terkait perizinan pengupasan lahannya.

Ia menerangkan, persoalan ini harus segera disikapi karena menyangkut kawasan konservasi hutan mangrove yang dilindungi oleh Undang-Undang.
“Hutan mangrove itu ikon yang dilindungi oleh Undang-Undang. Jadi harus benar-benar disikapi,” terangnya.

Ketua LSM Balikpapan Wacth Haris Syamtah yang bertemu dengan Komisi III DPRD Kota Balikpapan mengatakan bahwa dugaan pelanggaran ini telah disampaikan ke Polda Kaltim.
Menurutnya, dugaan kegiatan pengrusakan kawasan mangrove ini harus segera disikapi agar kondisi yang terjadi tidak semakin parah.

“Laporan ke Polda sudah kami lakukan. Kami saat ini tinggal menunggu panggilan. Laporannya sudah masuk sekitar 1 minggu yang lalu.

Saya berharap bahwa ini dilakukan tindakan yang tepat, sehingga kerusakan yang terjadi tidak terjadi semakin parah,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Balikpapan harus segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena kawasan mangrove merupakan hutan yang penting untuk berkontribusi atas kelestarian alam.

“Baru-baru ini, kami dapat laporan lagi tentang adanya penebangan dan pembakaran hutan mangrove di kawasan tersebut, sehingga Pemerintah Kota harus mengambil sikap, karena mangrove ini bukan hanya milik Balikpapan, bukan Kalimantan Timur atau milik Indonesia, tapi mangrove ini adalah milik dunia yang merupakan paru-paru dunia,” ungkapnya.(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *