background img

DEWAN SIDAK MINYAK GORENG

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor minyak goreng, Senin (14/3).

Kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti masalah kelangkaan minyak goreng yang terjadi di masyarakat dalam sebulan belakangan ini.
Anggota DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qodri mengatakan, dalam pelaksanaan sidak ini, pihaknya menemukan sejumlah masalah di antaranya masalah kelancaran distribusi minyak goreng di salah satu distributor.
“Kami ini ada beberapa temuan di antaranya di salah satu distributor yakni di Anugrah Cahaya, kami menemukan bahwa untuk minyak merk Sunco, biasanya mereka mendapatkan empat kontainer sekarang hanya bisa mendapatkan satu kontainer saja dalam satu bulan. Bahkan itu pun dikirim secara bertahap,” katanya kepada wartawan saat melaksanakan sidak di salah satu distributor minyak goreng, PT Anugrah Cahaya di kawasan Kariangau.
Ia menyampaikan, dari keterangan distributor, mereka kebingungan dengan peningkatan permintaan dari sejumlah toko karena dari pengalaman sebelum-sebelumnya hanya sebuah toko, tapi sekarang hampir semua toko minta untuk diberikan pasokan minyak goreng.
“Kami juga akan berkonsultasi agar hari ini dipertanyakan kepada pihak distributor yang ada di Surabaya terkait masalah yang terjadi di antaranya masalah kelancaran pengiriman minyak goreng yang terkendala dibandingkan bulan-bulan lalu,” ujarnya.
Namun kendala pengiriman minyak goreng ini ternyata tidak terjadi pada seluruh distributor minyak goreng, di antaranya PT HAS Jaya yang merupakan distributor minyak goreng merk Madina.
Di lokasi ini, tidak ditemukan kendala. Jumlah kontainer minyak goreng yang dikirimkan dari produsen tidak berkurang.
“Biasanya dikirim 6 kontainer tidak ada pengurangan. Mungkin merek lain yang berkurang. Bahkan permintaan semakin banyak,” terangnya.
Sementara itu, Lucas Cahyadi, Owner PT Anugerah Cahyadi mengaku bahwa
saat ini jumlah minyak goreng yang dikirimkan sangat kurang dari biasanya, dari empat kontainer sekarang cuma satu.
“Semuanya sesuai kondisi apa adanya yang kami laporkan. Memang kondisinya saat ini jumlah minyak goreng yang dikirimkan sangat kurang dari biasanya,” ungkapnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.