background img

DEWAN MINTA PENGEMUDI TRUK DIBERIKAN KELONGGARAN JAM

7 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta agar pemerintah memberikan kelonggaran jam operasional angkutan berat.
Usulan itu disampaikan terkait permintaan dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Balikpapan meminta kelonggaran batasan jam operasional dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Pasalnya, pengisian solar di atas jam 22.00 Wita menyulitkan pengendara muatan berat untuk beroperasi.

Aptrindo meminta keringanan agar kendaraan truk yang sedang kosong atau tanpa muatan dapat mengisi bahan bakar di luar batas waktu yang telah ditetapkan.
Anggota Fraksi PDIP DPRD Balikpapan Fadlian Noor menilai, jam operasional kendaraan memang sudah diatur dalam Surat Edaran Wali Kota yang dibuat pasca insiden mematikan tabrakan beruntun di turunan Muara Rapak.

Namun, ia menganggap tak masalah bila pengemudi truk muatan berat itu mengisi solar dalam keadaan kosong tanpa muatan di siang hari.

“Tapi kalau mau ngisi bensin tanpa ada muatan ya monggo. Kalau menurutku tidak ada masalah. Kalau ada muatan mengisi solar siang berarti cari-cari kesempatan,” katanya, Senin (1/3).
Menurutnya, pengemudi truk muatan berat juga perlu dimaklumi karena mereka hanya boleh beroperasi pukul 22.Wita ke atas. Sehingga pengemudi butuh persiapan sebelum beroperasi pada malam hari.

“Kalau cuma mau ngisi BBM siang hari tanpa muatan silahkan karena mereka kerja malam hari untuk persiapan. Ndak masalah yang penting jangan ada muatan,” jelas Fadlian.
Ia menjelaskan bahwa

aturan terkait jam operasional angkutan berat memang tidak boleh dilanggar. Namun untuk mengisi bahan bakar sebagai persiapan berkendara saat jam yang ditentukan Pemkot Balikpapan dinilainya wajar dan perlu dilonggarkan.

“Jalan siang untuk ngisi bahan bakar gak masalah. Tapi jangan cari celah aturan,” katanya lagi.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.