background img

DEWAN MINTA ADA SANKSI COVID-19

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta Pemerintah Kota Balikpapan bersikap tegas terhadap pengawasan penerapan protokol kesehatan Covid-19.Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Riri Saswita Diano mengatakan, Pemerintah Kota Balikpapan harus bertindak tegas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pasar tradisional.

Hal itu dilakukan terkait adanya temuan 2 pasien positif Covid-19 di kawasan pasar tradisional, yang seorang di antaranya meninggal dunia.
“Kalau memang kasusnya terus bertambah di pasar tradisional dan memang tujuannya adalah untuk mencegah, itu lebih baik. Mau tidak mau bisa dilakukan penutupan. Jangan sampai kita mengorbankan yang jauh lebih besar,” katanya ketika diwawancarai wartawan, Rabu (8/7).

Ia mengakui, memang penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pasar tradisional sulit dilakukan, terutama dalam hal penerapan aturan jaga jarak. Pahahal pasar itu adalah tempat berkumpul orang banyak.”Memang untuk masker dan cuci tangan itu wajib dilakukan, tapi kalau untuk menerapkan jaga jarak di pasar tradisional itu memang agak sulit,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya masih meminta kepada Pemerintah Kota Balikpapan mempertimbangkan terlebih dahulu langkah untuk menutup pasar tradisional. Karena kebijakan penutupan pasar tradisional akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Pemerintah Kota Balikpapan masih mempertimbangkan untuk rencana penutupan pasar tradisional terkait adanya ancaman virus Corona, karena hal tersebut akan memberikan efek yang luar biasa kepada pedagang. Terlebih seperti Pasar Pandan Sari yang merupakan salah satu ikon dari pasar terbesar di kota Balikpapan,” jelasnya.

Ia menegaskan, yang terpenting harus dilakukan adalah untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di pasar tradisional, sehingga potensi penyebaran Covid-19 dapat dikurangi.”Harus ada sanksi, paling tidak sanksi sosial yang diberikan kepada yang melanggar,” terangnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *