background img

DEWAN MENILAI RSUD BERIMAN TAK PROFESIONAL

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kejadian meninggalnya seorang pasien di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) yang diduga karena tidak diberikan penanganan secara maksimal masih terus menjadi sorotan publik.

Dari hasil inspeksi mendadak DPRD Kota Balikpapan, pasien atas nama Sutrisno warga Margo Mulyo RT 19, Balikpapan Barat, pada Sabtu sekitar jam 10.00 pagi, berobat ke ke IGD RSPB. Namun diketahui sebelum ke rumah sakit RSPB, yang bersangkutan mendatangi RSUD Beriman Gunung Malang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono mengatakan, bahwa ada satu catatan dari kita, kalau di RSUD Beriman ini ada hal yang tidak profesional. Karena sebelum ke RSPB yang bersangkutan ke RSUD Beriman terlebih dahulu.

“Jadi seharusnya di RSUD Beriman pasien diperiksa terlebih dahulu, tapi pihak RSUD Beriman tidak melakukan itu, beda dengan RSPB kita diperlihatkan dengan hasil CT Scan. Sehingga dari situlah saya melihat RSUD Beriman tidak profesional, jika alatnya tidak ada harusnya diberitahukan ke pasien,” kata Budiono kepada wartawan, Rabu (18/1).

Ia menjelaskan, harusnya pasien ditangani terlebih dahulu dan diperiksa, bukannya disuruh pulang dan kemudian pasien diarahkan kembali esok harinya. Padahal saat itu, kondisi pasien sedang tidak baik. Seandainya ditangani terlebih dahulu mungkin tidak akan ada kejadian seperti ini.

Dia menyampaikan, jika ada kendala masalah peralatan di RSUD Beriman, maka sampaikan kepada ke DPRD. Nantinya kita akan mensupport dari sisi anggaran.

“Banyak masyarakat mengeluh terkait pelayanan di RSUD Beriman, seperti antrean panjang pasien yang ingin berobat. Seharusnya ini dicarikan solusi. Kemudian jika berobat kesini satu macam penyakit, kalau pulang bisa dua macam penyakit,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti yang akrab disapa Dio belum bisa berkomentar lantaran masih berada di luar kota.

“Saya sudah 3 hari tugas di Jakarta. Kemarin yang mendampingi adalah bu Sek Dinkes,” ujarnya.
Namun Sek Dinkes yang coba dihubungi hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.