background img

DEWAN DUKUNG UN DITIADAKAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendukung kebijakan pemerintah yang kembali meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan Ujian Sekolah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

“Terkait peniadaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN), ini merupakan langkah yang tepat karena memang jangan sampai ini dipaksakan yang pada akhirnya dapat menimbulkan cluster baru dalam penyebaran Covid-19 di Kota Balikpapan,” kata Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Balikpapan Muhammad Taqwa kepada wartawan, Rabu (10/2).

Menurut Taqwa, pihaknya meminta kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat formulasi dengan membuat regulasi terhadap pelaksanaan penilaian akhir siswa, agar kualitas pendidikan yang dibangun tetap terjaga.
Ia mengungkapkan memang timbul kekhawatiran di masyarakat dengan kebijakan yang dilaksanakan terhadap kondisi kualitas pendidikan, namun hal ini perlu dilakukan untuk menjamin keamanan para siswa.

“Ini adalah keniscayaan yang harus kita terima karena kalau kita memaksakan untuk tetap melaksanakan ujian nasional maka potensi penyebaran Covid-19 ini harus menjadi pertimbangan. Kita mempercayakan kepada dinas terkait untuk menciptakan formulasi atau sistem, baik dengan melibatkan tim dari sekolah atau tim yang ada di lapangan yang dilakukan secara random untuk mengawasi pelaksanaan penilaian, kita memang saat ini tidak bisa mengintervensi, kita hanya menekankan kepada dinas terkait bagaimana agar protokol kesehatan ini dapat diterapkan,” terangnya.
Menurut Taqwa, peniadaan UN memang seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus meningkatkan di Kota Balikpapan.
“Pandemi Covid-19 ini bisa dikatakan telah merubah semua tatanan kehidupan kita sehari-hari termasuk juga dunia pendidikan. Kurang lebih 1 tahun anak-anak kita harus belajar secara daring. Peningkatan jumlah kasus di kota Balikpapan mengindikasikan bahwa kasus ini berkembang sangat masif dan di Balikpapan ini menjadi tidak terkendali, dan bisa dikatakan bahwa di Kaltim, Balikpapan ini kasusnya memang tertinggi,” ungkapnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *