background img

DEWAN DORONG RENCANA SUBSIDI SISWA SWASTA

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta agar pemerintah kota merealisasikan program pemberian subsidi bagi siswa sekolah swasta di Kota Balikpapan.

Usulan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi, terkait kebijakan pembangunan dua sekolah di Kota Balikpapan pada tahun 2021 ini.

Padahal pembangunan dua sekolah tersebut masing-masing satu sekolah dasar di kawasan Balikpapan Utara dan sekolah menengah pertama di kawasan Balikpapan Barat, bertujuan untuk menyelesaikan persoalan kekurangan ketersediaan fasilitas sekolah yang tidak sebanding dengan kebutuhan siswa di dua lokasi tersebut.

Sehingga dirinya sangat menyayangkan penundaan pembangunan sekolah di tahun 2021 akibat kondisi anggaran yang tidak mencukupi. Sebab pihak DPRD menilai kegiatan penambahan ruang belajar setiap tahun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan bukan merupakan solusi atas permasalahan masih kurangnya infrastruktur pendidikan.

Menurut Iwan, dirinya memaklumi penyebab penundaan pembangunan sekolah tingkat SD dan SMP yang rencananya direalisasikan tahun ini.

Namun secara khusus lembaga legislatif mendorong pemerintah kota lebih memberdayakan keberadaan sekolah swasta untuk mencukupi kebutuhan infrastruktur pendidikan.

“Keberadaan sejumlah sekolah swasta seharusnya dipandang sebagai mitra bagi pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat. Jadi tidak terbatas hanya bangun sekolah untuk memenuhi animo masyarakat,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/2).

Untuk saat ini, lanjut Iwan, jumlah sekolah negeri memang belum sebanding dengan pendaftar yang masuk setiap tahunnya sehingga dipastikan ada yang tidak tertampung. Dengan kondisi itu seharusnya pemerintah setempat lebih fokus pada pembinaan sekolah swasta yang dinilai kurang produktif agar dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan fasilitas pendidikan.

“Persoalan ini sebenarnya klasik, karena berulang setiap tahunnya. Sebenarnya bisa saja dianggarkan subsidi bagi siswa yang bersekolah di swasta.

Jadi pemerintah bisa menghemat penggunaan anggaran dibanding membangun sekolah baru,” tuturnya.

Iwan menilai kemitraan produktif antara dinas pendidikan dengan pengelola sekolah swasta justru lebih efektif dibanding mengeluarkan anggaran infrastruktur.

Dengan begitu rencana pemerintah kota untuk menambah ruang belajar di sekolah negeri, sebenarnya belum menjadi solusi persoalan yang ada.

Saat ini jumlah sekolah di Kota Balikpapan saat ini memang belum mencukupi, lantaran sebagian besar sekolah masih terpusat di tiga kecamatan di wilayah perkotaan, yakni Kecamatan Balikpapan Kota, Selatan dan Tengah.

Sedangkan untuk tiga kecamatan lainnya seperti Balikpapan Barat jumlah sekolah negeri masih terbatas, apalagi wilayah Balikpapan Timur dan Utara yang berada di pinggiran kota.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *