background img

DBD SEPTEMBER 400 KASUS, SUDAH 3 MENINGGAL DUNIA

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Seorang anak yang masih berusia tiga tahun di Kota Balikpapan dilaporkan meninggal dunia akibat terkena DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti yang akrab disapa Dio mengatakan bahwa anak tersebut meninggal dunia setelah sempat dirawat sehari di rumah sakit.

“Memang untuk saat ini kasus DBD di Kota Balikpapan masih dalam kategori ringan tapi saat ini juga sudah ada tiga orang korban yang meninggal dunia, yang terakhir di Baru Tengah anak usia 3 tahun, setelah sempat dirawat sehari di rumah sakit,” kata Dio ketika diwawancarai wartawan di Kantornya, Kamis (29/9).

Ia menyampaikan bahwa anak-anak sangat rentan ketika terserang DBD, karena memang DBD ini menguras cairan yang ada di tubuh, sehingga dalam satu hari korban bisa meninggal dunia. Dan kerentanan ini juga bisa terjadi dengan lansia.

“Satu hari saja sudah bisa meninggal, karena memang DBD ini menguras cairan yang ada di tubuh. Kondisi ini juga akan terjadi sama dengan lansia.

Sehingga upaya yang terbaik ketika terserang gejala DBD, menurut Dio, adalah minum yang banyak ketika masih di rumah dan ketika di rumah sakit juga segera diinfus. Untuk mengembalikan cairan yang hilang.

Untuk saat ini, memang Kota Balikpapan tidak berada di urutan pertama untuk kasus DBD tapi tidak menutup kemungkinan apabila posisi Kota Balikpapan ini naik.

Karena berdasarkan laporan di bulan September ini terjadi kenaikan jumlah kasus DBD sebanyak 400.

Dan untuk saat ini kondisi yang ada di UGD di sejumlah Rumah Sakit sedang penuh, kondisi itu terjadi karena Dinas Kesehatan menyarankan kepada masyarakat apabila mengalami gejala demam, jangan berlama-lama di rumah, jangan meminum obat yang dibeli sendiri. Lebih baik langsung saja ke Puskesmas atau klinik.

Karena memang ada dua yang dikhawatirkan dari gejala demam ini. Yang pertama adalah Covid masih ada, yang kedua DBD muncul.
Sehingga masyarakat diminta segera memastikan agar demam yang diderita apakah karena Covid-19 atau karena DBD.

Untuk pemeriksaan DBD saat ini di Puskesmas juga sudah baik karena sudah ada alat regen yang bisa menentukan bahwa yang bersangkutan terkena DBD.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.