background img

DAMPAK POSITIF PANDEMI COVID-19

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang besar bagi semua kalangan masyarakat. Orang yang sibuk mencari popularitas, di masa ini popularitasnya tidak dapat menjamin keselamatannya dari virus Corona ini. Begitu pula dengan orang yang mencari pekerjaan dengan kepandaian dan kecerdasannya, banyak pula yang harus diPHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dari perusahaan.

Orang yang memiliki usaha dan bisnis besar, sekarang harus rela usahanya sepi akan pembeli.
Wabah ini terjadi atas izin Allah SWT. Kita sebagai manusia haruslah bergantung hanya kepada-Nya, sebab apapun yang dimiliki di dunia ini hanyalah titipan dari-Nya.

“Yang pasti tidak ada yang diberlakukan oleh Allah SWT di dunia ini tanpa adanya tujuan dan hikmah di balik semua itu,” kata ustadz Muhammad Azam Shidqi, LC, M.SI dalam program Sajadah radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim, Jumat (30/7).

Dengan kejadian saat ini di tengah situasi pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah, ada satu hikmah yang bisa kita ambil yakni misi penyelamatan yang dilakukan terhadap orang-orang beriman.

“Ketika Nabi Muhammad SAW ditanya tentang wabah, beliau menjawab bahwa wabah itu merupakan azab bagi orang-orang kafir tetapi merupakan rahmat bagi orang-orang beriman. Kenapa wabah itu disebut dengan rahmat, karena Allah menitipkan misi penyelamatan bagi orang-orang beriman dalam wabah tersebut,” ujarnya.

Apa sebenarnya yang Allah hendak selamatkan dalam situasi pandemi ini? Sebenarnya banyak, misalnya adalah alam semesta yang seperti terselamatkan. Misalnya ketika pabrik-pabrik ditutup, begitu banyak karyawan yang dirumahkan, namun hal tersebut memberikan efek positif terhadap lingkungan karena tidak ada limbah yang dibuang, tiada lagi polusi atau pembuangan asap udara.

“Saya melihat sebuah foto di media sosial yang melihatkan bagaimana langit di Jakarta itu sebelum pandemi yang begitu hitam, kemudian ketika memasuki masa pandemi, ketika banyak mobil di rumah tidak beroperasi dan seterusnya. Kalau di Jakarta itu seperti biru lagi,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi ekonomi, banyak yang masyarakat kemudian mengamankan keuangannya, sehingga yang ingin bertransaksi secara ribawi kemudian menunda. Jadi ini adalah salah satu cara Allah untuk menyelamatkan dirinya dari transaksi riba.

Kemudian juga dengan ada aturannya tidak boleh lagi bersalaman termasuk dengan yang sesama jenis, kita dengan adanya lockdown ini diselamatkan oleh Allah untuk tidak bersalaman dengan lawan jenis.

Bahkan dalam pola kehidupan sehari-hari masyarakat yang biasa dengan pola tidur yang tidak sehat kemudian harus di rumah saja. Masyarakat mulai menjaga pola makan yang untuk mengatur pola makan yang sehat, bahkan juga masyarakat kemudian kembali aktif berolahraga untuk menjaga kesehatan dirinya.

Tidak hanya itu, situasi pandemi juga berdampak positif kepada anak karena mengharuskan orang tua untuk mendampingi anak-anaknya di rumah membebaskan status anak yang selama ini lebih banyak ditinggalkan orang tuanya bekerja di luar.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *