background img

CURI MOTOR UNTUK BELI SABU

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – AS (22) benar-benar tak pandai bersyukur. Setelah mendapatkan pembebasan secara asimilasi dari Lapas Balikpapan Juni lalu, dia malah berulah sehingga harus berurusan dengan aparat hukum lagi.

AS diringkus oleh tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan usai melakukan tindakan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Tak tanggung-tanggung, kali ini pelaku melakukan kejahatannya di beberapa kota di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kami berhasil mengamankan pelaku AS pada Kamis (9/7) di sebuah kontrakan yang berada di kawasan Lamaru beserta beberapa barang bukti kejahatannya,” kata Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Agus Arif Wijayanto, Kamis (16/7).

Dalam melancarkan aksinya, AS rupanya tidak sendirian. Melainkan bersama seorang rekannya yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). “Rekan pelaku ER. Saat ini telah kita tetapkan sebagai DPO,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, AS rupanya telah melakukan aksinya di beberapa Kota di wilayah Kaltim. Seperti Balikpapan, Samarinda dan Grogot. “Balikpapan ada dua TKP dan kota lainnya di Kaltim,” jelasnya.

Ada pun modus yang dilakukan AS, lanjut Kompol Agus, dengan cara berkeliling pada malam hari untuk mencari target. Dan sejauh ini sepeda motor yang digasak AS berada di depan rumah serta tidak terkunci stang.

“Dia beraksi pada saat orang istirahat, yaitu sekitar pukul 01.00 Wita hingga 04.00 Wita. Dan merusak rumah kunci sepeda motor,” tuturnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus ini, satu unit sepeda motor Honda Beat nopol KT 3048 ZL warna putih, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol KT 5646 L warna hitam.

Kemudian satu unit sepeda motor Honda Beat nopol KT 4385 KG warna merah hitam dan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna Hitam.
“Hasil curanmornya ini belum sempat dijual. Namun satu unit sempat dipretelin untuk dijual secara eceran,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AS disangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Saat ditemui di Polresta Balikpapan AS mengaku, telah menjual satu unit sepeda motor hasil kejahatannya seharga Rp 800 ribu melalui media online. “Hasil penjualan buat kehidupan sehari-hari. Sama buat beli sabu,” katanya.Fredy Janu /Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *