background img

CURI MOTOR, BURUH BANGUNAN DIRINGKUS

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor di wilayah Kota Balikpapan seakan tak ada habisnya.

Kali ini, Tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan mengamankan seorang pria berinisial RD (23). Dengan barang bukti hasil curian motor sebanyak delapan unit.

Aksi pencurian yang dilakukan RD terjadi di kawasan Bendali BJBJ, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan pada Jumat 19 Maret 2021 sekira pukul 00.30 Wita.
Bermula saat korban memarkirkan kendaraan roda duanya di lokasi kejadian. Selanjutnya pelaku dengan cepat menggasak motor tersebut yang dalam keadaan terkunci stang.

Usai beraksi, Tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan langsung memburu pelaku setelah mendapat laporan dari korban terkait kasus pencurian tersebut.
“Setelah mendapat laporan, Unit Reskrim melakukan penyelidikan. Sifatnya seperti under cover buy. Seolah-olah ingin membeli barang yang ditawarkan, dalam hal ini kendaraan bermotor dari salah satu medsos,” kata Waka Polresta Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa, saat press rilis di Mako Polresta, Rabu (31/3).
Setelah melakukan komunikasi, Tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan kemudian memancing pelaku untuk bertemu dan membawa kendaraan sepeda motor yang ditawarkan di media sosial.
“Tadinya akan dilakukan pembelian oleh tim opsnal, namun pada saat dilakukan transaksi pelaku langsung diamankan pada Selasa (30/3),” ungkap AKBP Sebpril Sesa.
Pelaku selanjutnya digiring ke Polresta Balikpapan untuk pengembangan lebih lanjut. Dari situ, petugas mendapati barang bukti lainnya sebanyak tujuh unit kendaraan berkotor.
“Motor-motor itu rupanya dititip oleh pelaku di salah satu tempat temannya, seperti bengkel dadakan. Semua barang bukti itu tidak jelas identitasnya, sehingga kita amankan,” ungkapnya.
Pelaku, lanjut AKBP Sebpril Sesa, berprofesi sebagai buruh bangunan. Ia berasal dari Surabaya dan baru empat tahun tinggal di Kota Balikpapan.
Sejauh ini, ia mengaku jika baru satu melakukan aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Barang hasil kejahatannya dijual dengan harga dua hingga tiga juta.
“Dia mengaku baru satu kali. Namun, masih kita dalami lagi karena kasus ini di duga melibatkan banyak pelaku atau jaringan. Mereka sistemnya saling menukar kendaraan curian. Mungkin tujuannya untuk mengaburkan pelakunya,” ucap AKBP Sebpril Sesa.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Balikpapan. Ia dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *