background img

CURI BATU BARA, 2 PRIA DICIDUK POLAIRUD

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – SHM (35) dan SA (32) harus berurusan dengan hukum. Keduanya tertangkap oleh jajaran Direktorat Polairud Polda Kaltim saat sedang asyik melakukan pencurian batu bara.

Aksi kejahatan itu dilakukan pada 25 Juli 2021 lalu sekira pukul 18.00 Wita, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di perairan Muara Pegah, Kacamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Tatar Nugroho menjelaskan, kronologis pengungkapan kasus bermula saat kapal patroli Polairud melintasi perairan Muara Pegah. Dan mendapat laporan adanya pencurian batu bara di sebuah kapal tongkang.

Berbekal laporan tersebut, anggota Dit Polairud bergegas ke kapal tongkang yang dimaksud. Benar saja, di sana anggota mendapati para pelaku tengah asyik memindahkan batu bara dari tongkang ke kapal kelotok yang mereka gunakan.

“Melihat itu, anggota kami langsung melakukan penangkapan terhadap dua pelaku SHM dan SA di kapal tongkang di perairan Muara Pegah,” kata Tatar saat pers rilis pengungkapan kasus di Markas Dit Polairud Polda Kaltim, Jumat (13/8) sore.

Selain kedua pelaku, aparat juga mengamankan barang bukti batu bara curian sebanyak 14 ton. Serta dua buah kapal kelotok yang digunakan para pelaku untuk mengangkut batu bara curian tersebut.

“Dari kejadian ini, perusahaan yang melaporkan (korban) mengalami kerugian sekitar Rp 14 juta. Pihak perusahaan juga sudah kami mintai keterangan sebagai saksi,” ungkap Tatar.
Kedua tersangka beserta dengan barang bukti selanjutnya dibawa ke Markas Dit Polairud Polda Kaltim untuk proses hukum lebih lanjut. Dari keterangannya, mereka baru sekali ini beraksi.

“Pengakuannya baru sekali ini. Batu bara hasil curian dijual lagi kepada orang yang mau beli. Jadi, siapa yang mau terima ya mereka kasih. Tentunya pakai cara kucing-kucingan juga,” ucapnya.
Untuk modus operasinya, lanjut Tatar, para pelaku menempel perahu kelotoknya ke tongkang. Kemudian mereka naik dan langsung melakukan pencurian menggunakan sekop.
“Mereka melakukan aksinya tak perduli siang maupun malam. Kalau situasi aman atau ketika kapal patroli kita menjauh, mereka langsung menjalankan aksinya,” tandas Tatar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 362 tentang pencurian. Dengan ancaman maksimal lima tahun kurungan penjara.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *