background img

CABAI, TAHU DAN TEMPE MELONJAK

6 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Harga lombok atau cabai rawit di pasar tradisional melonjak dua kali lipat. Dari yang biasa biasanya Rp 60 ribu, kini mencapi Rp 100 ribu per kilogram (kg).

“Iya mas, tadi pagi saya beli di Pandansari Rp 90 ribu. Makanya saya jualnya Rp 100 ribu per kg. Sebelumnya hanya Rp 60 ribu,” kata Tukijah (43), penjual sayuran di Pasar Klandasan, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota, Senin (4/1).

Pemicu kenaikan diduga karena stok dari daerah produksi kosong. Para pedagang pun hanya mengandalkan pasokan dari lokal Balikpapan. “Dari Surabaya kosong katanya. Yang kami jual ini dari sini saja,” ujarnya.

Senada dengan Tukijah, penjual sayuran lainnya Marwah (33) juga menjual cabai rawit dengan harga Rp 100 ribu per Kg, dari yang biasanya hanya Rp 70 ribu.

Wanita berjilbab ini pun belum mengetahui pasti penyebab naiknya harga cabai tersebut. Namun ia menduga karena kurangnya pasokan.

“Mulai naiknya hari ini, enggak tahu juga kenapa. Tapi katanya kurang pasokan, yang kita jual ini dari lokal saja seperti Penajam dan Teritip. Biasanya dari Sulawesi dan Surabaya, tapi lagi kurang,” ungkapnya.
Kenaikan juga terjadi pada tahu dan tempe. Itu menyusul harga bahan baku yaitu kedelai mengalami kenaikan, dari awalnya delapan ribu menjadi Rp 10 ribu per Kg.

“Kenaikan itulah maka kita berpikir untuk menaikan harga jual juga, untuk tahu dari lima ribu jadi tujuh ribu, dan tempe dari lima ribu jadi enam ribu,” ucap Rustam (33), penjual tahu dan tempe di Pasar Klandasan.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *