background img

BUDIONO SEMPAT KULI BANGUNAN

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Budiono Sastro Prawiro, anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi PDIP Kota Balikpapan resmi dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, pada 9 Februari 2021.

Budiono yang akrab disapa Budi duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan menggantikan Tohari Azis yang maju sebagai calon Wakil Wali Kota Balikpapan di Pilkada Serentak Kota Balikpapan. Tohari Azis yang terpilih mendampingi calon Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meninggal dunia pada 27 Januari 2021 karena terpapar Covid-19.

Budi dikenal sebagai sosok yang ramah, dan dekat dengan masyarakat. Ia menceritakan perjalanan hidupnya yang juga pahit, hingga sukses menduduki posisi jabatan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan.

Dalam talkshow di radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Budi tak sungkan bercerita awal perjalanan hidupnya. Ia memilih untuk mencari pekerjaan di Kalimantan.
Ketika baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 90an, Budi muda nekat merantau keluar Jawa, karena di tanah kelahirannya itu sulit mencari pekerjaan. Tujuannya adalah Balikpapan.

Budi adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya seorang petani dan ibunya seorang pedagang kecil. “Karena memang kondisi di Jawa itu sulit untuk mendapatkan pekerjaan, makanya saya mengadu nasib ke Balikpapan mesti dengan hanya modal ijazah SMA saja,” kata Budi.

Setibanya di Balikpapan, karena hanya bermodalkan ijasah SMA, dirinya menjalani beberapa pekerjaan serampangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai menjadi pekerja bangunan hingga penjual jamu.

“Saya cuma berpendidikan Sekolah Menengah atas dan memiliki basic sebagai seorang guru. Saya awalnya bekerja sebagai kuli bangunan dan juga pernah penjual jamu,” ujar mengisahkan.
Sekitar tahun 1996, dirinya beruntung diajak bekerja di kargo Bandara Sepinggan oleh kawannya Tohari Azis, yang saat itu sudah memiliki perusahaan di bidang tersebut.
Mulai dari saat itulah kemudian Budiono selalu bersama-sama Tohari Azis dalam membesarkan PDIP di Kota Balikpapan.

“Saya selalu bersama-sama dengan bapak Tohari Azis dalam berjuang di partai. Untuk di awal-awal saya di partai sekitar tahun 1998. Saat itu menjadi Satgas partai,” ungkapnya.
Setelah itu, sekitar tahun 2000an mulai masuk di pengurus struktur partai yang diawali dari tingkat kecamatan.
Kemudian, untuk pertama kali ditugaskan oleh partai untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada tahun 2009, namun saat itu masih belum berhasil untuk menduduki kursi legislatif.
Dan kemudian di tahun 2014, kembali dicalonkan oleh partai untuk menjadi calon legislatif dan berhasil terpilih.
“Alhamdulillah masuk di parlemen, dan kemudian dijalankan kembali di tahun 2019, dan kembali terpilih lagi,” terangnya.
Ia bercerita bahwa dirinya telah menjadi simpatisan PDIP sejak masih duduk di bangku SMA. “Saya memang sejak SMA sudah menjadi simpatisan dari PDIP, dan saya juga tidak pernah bercita-cita untuk dapat duduk menjadi anggota legislative,” katanya.
Budiono mengaku tujuan berpolitik adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. “Ketika ideologi partai itu sudah tertanam dalam diri kita, maka sampai kapan pun tidak akan luntur kecintaannya terhadap partai tersebut,” ujarnya.
Dirinya berharap dengan jabatan baru ini dapat berjuang untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, khususnya warga Kota Balikpapan.
“Dengan jabatan baru ini saya menjalankan tujuan dari partai adalah kesejahteraan rakyat adalah prioritas kita,” pungkasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *