background img

BOCAH SELAMAT DARI KECELAKAAN MAUT

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Insiden kecelakaan yang terjadi di traffic light Muara Rapak, Balikpapan Utara, Jumat pagi (21/1), dapat dikatakan menjadi yang memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir di Kota Balikpapan.

Data yang dicatat oleh Ditlantas Polda Kaltim, setidaknya 34 orang pengendara menjadi korban dalam insiden naas itu. Rinciannya, empat orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia, kemudian empat lagi luka berat dan 26 luka ringan.

“Data kami update terus. Hingga waktu siang kami klarifikasi bahwa korban meninggal dunia ada empat orang. Luka berat empat dan luka ringan ada 26. Dirawat di lima rumah sakit,” kata Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Sony Irawan saat ditemui di RS Ibdu Sina.

Salah satu yang menjadi korban dalam musibah itu adalah bocah berusia empat tahun bernama Azka. Ia selamat dari kecelakaan maut itu. Sementara kedua orang tuanya harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

“Orang tuanya juga selamat, saat ini dirawat di RSKD Kanujoso dan RSUD Beriman. Kondisi mereka mengalami luka berat. Untuk Azka sendiri dalam kondisi baik,” ungkap Sony.

Saat kejadian Azka dan kedua orang tuanya M Yamin dan Wiwik Sulastini berada dalam mobil Ayla merah bernomor polisi KT 1887 NT. Menurut informasi merasa datang dari Kota Samarinda.

“Mereka dari Samarinda, dan sebelum kejadian sempat ngantar orang ke bandara,” kata Afifah, keluarga korban saat ditemui wartawan di RS Ibnu Sina.

Afifah bercerita awalnya dia mendengar terkait musibah tersebut dari media sosial. Kemudian berinisiatif menanyakan ke grup WhatsApp keluarga.

Kaget bukan kepalang, ternyata pamannya M Yamin beserta anak dan istri turut menjadi korban. “Setelah itu saya langsung cari informasi, rawatnya dimana,” tuturnya.

Saat kejadian, lanjut Afifah, Azka duduk bagian belakang dan kedua orang tuanya berada di depan. Azka sempat terjepit kursi mobil dan merasakan mobil yang dikendarai orang tuanya melayang setelah dihantam dari belakang.

“Selama ini Azka memang kalau naik mobil tidak mau duduk di depan, selalu minta duduk di kursi belakang. Dia cerita kalau mobilnya melayang, kacanya pecah dan orang tuanya berdarah. Azka sendiri terjepit,” ucap Afifah.

Azka selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga. Namun untuk sementara ia tinggal di Balikpapan dan akan didampingi oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Balikpapan untuk pemulihan kondisi psikologisnya.

“Azka butuh pendampingan untuk pemulihan psikologisnya. Kami dari PPA akan melakukan pendampingan selama berada di Balikpapan,” tandas psikolog Nurul Mahmudah Umar.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.