background img

BERINVESTASI SAHAM AGAR TETAP REALISTIS

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Di tengah kebijakan pembatasan kegiatan yang diterapkan akibat pandemi Covid-19, minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal terus mengalami peningkatan.

Investasi saham di pasar modal menjadi salah satu pilihan primadona bagi masyarakat.

Terlebih di kala pandemi ini, banyak emiten dengan fundamental bisnis yang cukup baik, harga sahamnya terdiskon cukup besar. Sehingga mendorong kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mendekat level tertinggi yang pernah dicapai pada tahun 2018 lalu.

Namun, amankah berinvestasi saham di tengah ketidakpastian pergerakan ekonomi yang masih terdampak akibat pandemi Covid-19, khusus bagi pemula yang baru belajar mengenai berinvestasi di pasar modal?

“Dengan kenaikan harga di pasar modal yang naik cukup tinggi mendekati angka yang pernah terjadi pada 2018, justru bagi pemula hal ini sangat berbahaya. Berdasarkan hukumnya itu, pada umumnya bisa dilihat ketika kenaikan itu cukup tinggi maka penurunannya juga akan cukup tinggi,” kata Ryan Filbert, Praktisi dan Inspirator Investasi Indonesia serta Penulis Puluhan Buku Best Seller Nasional ketika menjadi narasumber di program Coffee Morning di Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan yang dipandu Elyana Sesil, Rabu (13/1).

Menurut Ryan, untuk saat ini memang level indeks harga saham jika dihitung sejak awal pandemi di tahun 2020 lalu, telah mencapai pada level tertinggi, sehingga mendorong banyak masyarakat untuk berminat berinvestasi di pasar modal.

“Memang saat ini sedang ada euforia naik-naiknya harga saham di tengah pandemi, dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan saham saat ini sedang ada kenaikan. Ini menyebabkan masyarakat menjadi penasaran dan mencari informasi terkait pasar modal,” terangnya.

Ia meminta kepada masyarakat yang akan berinvestasi di pasar modal agar tetap realistis dalam membeli saham di pasar modal dengan menerapkan strategi khusus bagi pemula yang baru mulai melakukan investasi.

Yang pertama adalah dengan membeli saham ketika harganya sedang dalam kondisi murah. Namun ketika tidak berkesempatan untuk membeli dengan murah, maka yang kedua bagi pemula dalam berinvestasi di pasar modal yang paling baik adalah membeli secara berkala. Bukan membeli harga saham secara spekulatif ketika dianggap murah.

“Karena memang kita tidak tahu kapan harga salah satu saham itu berada pada kondisi murah, namun ketika kita memberi secara berkala terkadang kita bertepatan dengan waktu ketika saham itu dalam kondisi murah, atau dalam kondisi mahal sehingga bisa,” jelasnya.

Dan yang terakhir ketika kedua cara tersebut tidak bisa dilakukan, maka yang ketiga adalah dengan mengombinasikan cara pertama dan yang kedua yakni dengan membeli ketika harga murah dan membelinya secara berkala.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *