background img

BENIH ILEGAL DARI 10 NEGARA DIBAKAR

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kota Balikpapan melakukan pemusnahan terhadap media pembawa berupa benih sebanyak 5,989 kilogram.

Terdiri dari benih tanaman hias seperti kaktus, bunga hyacin, caladium, dan adenium. Kemudian benih sayuran seperti paprika dan selada. Ada juga benih rumput, dan buah-buahan seperti melon, pepaya, semangka, hingga jeruk.

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan, Ridwan Alaydrus mengatakan, benih tersebut hasil penahanan dari tempat pemasukan Wilayah Kerja Kantor Pos Balikpapan dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

“Berkat sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak, kita berhasil mencegah masuknya hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang berpotensi terbawa melalui media pembawa,” kata Ridwan dalam siaran pers yang diterima KPFM, Jumat (4/6).

Benih-benih tersebut berasa dari sepuluh negara, diantaranya Malaysia, Tiongkok, Singapura, Australia, Jerman, Thailand, Lithuania, Tonga, Amerika Serikat, dan Solomon.

Para pemilik tidak dapat melengkapi dokumen Phytosanitary Certificate dari negara asal. Serta dokumen Surat Ijin Pemasukan Benih dari Menteri Pertanian, sesuai yang tertuang dalam UU No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Produk-produk ini kami tahan, karena tidak memenuhi persyaratan perkarantinaan,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, media pembawa hasil penahanan ini berpotensi besar sebagai sumber penyebaran organisme pengganggu tumbuhan karantina.

“Jadi, OPTK dari berbagai negara ini sudah kami data, dan belum ada di Indonesia. Inilah yang wajib kita cegah, jangan sampai masuk yang mana masuknya bisa melalui benih-benih ini,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Karantina Pertanian Balikpapan juga sekaligus melakukan pemusnahan sisa sampel uji laboratorium karantina tumbuhan dengan total 30,9 kilogram. Sebagian besar merupakan sayur-sayuran.
Rincian sisa sampel uji tersebut diantaranya, 4.050 gram bawang daun, 2.700 gram bawang putih, 1.800 gram bawang merah, 450 gram bawang bombay, 3.150 gram kentang, dan 4.800 gram beras.

Ada juga 1.800 gram tomat, 3.600 gram wortel, 3.600 gram cabe rawit, 2.250 gram cabe kering, 450 gram kurma kering, 450 gram labu, 450 gram kubis, 900 gram kedelai, serta 450 gram benih jagung.

“Pemusnahan sisa sampel uji ini merupakan salah satu syarat teknis berdasarkan ISO 17025:2017 sistem manajemen mutu laboratorium pengujian dan kalibrasi untuk menjamin mutu hasil pengujian,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *