background img

BELAJAR DI TENGAH KONDISI TAK WAJAR

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Fajar menyingsing di ufuk timur. Binarnya begitu mempesona. Matahari pun perlahan muncul dan menebarkan sinar.

Sejurus, dari arah barat Teluk Waru sebaris anak-anak tampak membayang. Pelan namun pasti, bayangan itu berubah menjadi tampak.

Senyum dan tawa kecil terlihat jelas melingkar di wajahnya, meski tertutup masker. Di antara mereka ada yang mengenakan seragam merah putih. Ada juga yang berpakaian biasa.

Ya, mereka adalah anak-anak Sekolah Dasar Negeri 021 Teluk Waru di Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat (Balbar). Jaraknya sekira 30 kilometer dari pusat Kota Balikpapan.

Senin (11/1), mereka mendatangi sekolahnya untuk memulai kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di tahun 2021.

Dari depan pintu gerbang, para murid tak langsung diizinkan masuk. Mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan kelas.

“Dalam kelas anak-anak juga duduk berjarak kurang lebih satu meter, sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19,” kata Kepala SDN 021 Balikpapan Barat, Saripin Saragih saat ditemui KPFM.

Kegiatan belajar tatap muka di SDN 021 ini sudah berlangsung sejak 2020 lalu. Namun, tidak semua peserta didik mengikuti pembelajaran. Mereka dibagi dalam dua shift.

“Belajarnya bergantian, yang masuk pertama itu dari Pukul 08.00 hingga 09.30 Wita. Kemudian ada jeda setengah jam untuk istirahat para guru. Selanjutnya pertemuan kedua dari pukul 10.00 sampai 11.30 Wita,” ujarnya.

Hal itu dilakukan lantaran terdapat sejumlah murid yang tinggal di daerah yang sulit akan sinyal internet. Selain itu, sejumlah orang tua siswa mengaku kesulitan mendampingi anaknya belajar jarak jauh di tengah kondisi tak wajar ini.

“Orang tua murid khawatir materi pembelajaran yang diberikan tidak terserap maksimal oleh anaknya jika dilakukan dari rumah,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Saripin, peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka ini tidak dipaksakan. Hanya bagi mereka yang berminat atau diizinkan oleh orang tuanya.

“Tidak dipaksakan. Dan bagi mereka yang memilih untuk belajar dari rumah juga tetap kita berikan materi pembelajaran,” ungkapnya.

Namun seratus persen para orang tua siswa di SDN 021 Balikpapan Barat sangat setuju dengan pembelajaran tatap muka. Itu diketahui melalui hasil angket yang dilakukan pihak sekolah bulan Desember 2020 lalu.

Hanya saat hari sekolah tiba, minat dari para orang tua murid justru turun. Setelah mengetahui pemberitaan tentang pekembangan kasus Covid-19 di Kota Balikpapan yang kian meningkat setiap harinya.

“Sebenarnya orang tua sangat antusias. Namun, belakangan mungkin mereka khawatir. Makanya yang datang hari ini tidak banyak hanya 30 lebih dari jumlah seluruhnya 98 murid. Tapi kita lihat besok, karena ini hari pertama masuk,” tuturnya.

Ita (34), salah satu orang tua murid yang ditemui KPFM sangat antusias dengan pembelajaran tatap muka ini. Ia mengaku kerepotan jika mendampingi anaknya belajar di rumah.

“Mending di sekolah pak. Repot kalau di rumah, apalagi saya ada anak kecil. Kemudian kalau di rumah anak-anak itu banyak mainnya. Jadi belajar itu tidak maksimal,” akunya.

Di sisi lain ibu tiga anak itu tetap merasa khawatir akan kesehatan buah hatinya yang sedang duduk di bangku kelas lima Sekolah Dasar. “Khawatir, ada ketakutan. Tapi kalau lihat protokol kesehatan di sekolah sudah aman,” ucapnya.

Untuk diketahui, tidak semua sekolah di Balikpapan yang menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin belum lama ini menyebut jika hanya tiga sekolah yang boleh tatap muka sesuai peraturan, karena di kawasannya blank spot.

Selain dengan tatap muka, dapat pula diterapkan pembelajaran dengan sistem home visit. Yakni guru mendatangi kediaman peserta didik untuk memberikan pelajaran.

Tiga sekolah itu di antaranya SMPN 021 Teluk Waru dan SDN 021 Teluk Waru di Kariangau, Balikpapan Barat serta SDN 014 di Balikpapan Timur.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *