background img

BAYAR SIM DAN SKCK BISA NON TUNAI

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kemudahan kembali diberikan oleh Jajaran Polresta Balikpapan kepada masyarakat. Kali ini dalam urusan pembayaran, untuk kepengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Kemudahan yang dimaksud adalah, para pemohon kini bisa melakukan pembayaran secara non tunai.

Melalui metode QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.

Peluncuran layanan tersebut berlangsung di ruang Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Satlantas Polresta Balikpapan, di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota, Kamis (20/5).

Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Wali Kota Rizal Effendi, Kapolresta Kombes Pol Turmudi, Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan Sri Darmadi Sudibyo, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.

“Pembayaran SIM dan SKCK dengan menggunakan sistem Qris ini kerjasama Polri dengan BI. Didukung oleh BRI dan LinkAja, serta Pemerintah Kota Balikpapan,” kata Kapolda dalam sesi wawancara.

Dengan Qris, masyarakat tentu dipermudah dalam melakukan transaksi. Tanpa harus kontak fisik dengan petugas, terutama dalam transaksi di masa pandemi Covid-19 ini.

Di samping itu, layanan ini juga diharapkan bisa menghilangkan upaya penyelewengan baik yang dilakukan oleh oknum anggota Polri dan juga oleh sejumlah oknum masyarakat.

“Kita ketahui, beberapa waktu yang lalu situasi dimanfaatkan oleh oknum anggota Polri atau oleh masyarakat untuk dapat kemudahan. Kadang-kadang terjadi pungutan liar. Sekarang tidak ada lagi kesempatan itu, penyelewengan yang dilakukan oleh anggota Polri itu nol. Hilang sama sekali,” tegas Kapolda.

Layanan ini, lanjut jenderal bintang dua itu, pertama di lingkungan Polres serta Polresta yang ada di daerah Kalimantan Timur.

“Saya tentunya akan berusaha mengembangkan di Polres-Polres lain di wilayah Kaltim. Mudahan dalam waktu cepat ini kita bisa mengkoordinasikan di Polres lainnya agar bisa diterapkan,” ujarnya.

Kapolresta Kombes Pol Turmudi menambahkan, kehadiran layanan ini tertuang dalam program keenam 100 hari kinerja Kapolri.

Ada pun yang melatarbelakangi, pertama berdasarkan hasil temuan lembaga penelitian perbankan selama pandemi Covid-19 di Indonesia terjadi proses digitalisasi keuangan.

Yang kedua, adanya pembatasan mobilitas masyarakat, di mana terjadi penurunan transaksi tunai dalam jual beli. Sehingga mempercepat pertumbuhan transaksi daring termasuk dalam penggunaan dompet digital.

“Yang ketiga adalah dengan meningkatnya penggunaan dompet digital di masyarakat menjadi dasar inisiasi di Satlantas Polresta Balikpapan, untuk mengkolaborasikan pembayaran non tunai guna mempercepat penerbitan pelayanan SIM termasuk SKCK,” ungkap Turmudi.

Dalam pelaksanaannya, calon pemohon SIM misalnya, harus mendaftarkan diri secara online terlebih dahulu. Setelah teregistrasi, selanjutnya menggunakan aplikasi Qris untuk dilakukan identifikasi data dan SIM.

“Untuk perpanjangan langsung cetak, dan bisa gunakan layanan BRI saat selesai melakukan foto. Untuk SIM baru tetap ujian teori dan praktik. Setelah lulus ujian, baru dilanjutkan proses cetak,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *