background img

BAWASLU TERUSKAN DUGAAN ASN CALEG KE KASN

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Balikpapan memutuskan untuk meneruskan laporan atas dugaan keterlibatan ASN dalam proses pendaftaran pencalegan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Bawaslu Balikpapan Hamrin menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan hasil kajian laporan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga daftar calon legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024.

Ia mengatakan, karena yang bersangkutan ASN maka ini menjadi dugaan UU lainnya, sehingga disampaikan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Jadi kemarin kami sudah melakukan kajian dan hasilnya itu diteruskan ke KASN,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (25/5/2023).

Hamrin menjelaskan, dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) itu ada empat. Bawaslu menangani itu administratif, kode etik dan pidana pemilu, satunya dugaan pelanggaran UU lainnya.

Dengan demikian, status laporan dinyatakan selesai dengan dikeluarkannya surat pemberitahuan tentang status laporan.

Dimana pelapor atas nama Muhammad Amran Agus dan terlapor bernama Pujiono dengan nomor laporan 001/LP/PL/Kota/23.02/V/2023. Status laporan ditindaklanjuti ke instansi tujuan KASN bahwa laporan merupakan dugaan pelanggaran peraturan UU lainnya.

Hamrin mengaku yang bersangkutan bisa saja terkena pelanggaran apabila tidak mempunyai Surat Keputusan (SK) mengundurkan diri.

“Ketika belum punya SK, paling tidak menyampaikan surat pengunduran diri dengan tanda terima. Nah, sampai hari ini kita tidak mengetahui itu. Kemarin, saat mendaftar Bawaslu cuma mendapatkan akses viewer di aplikasi Silon. Karena itu, kondisinya kami nggak bisa akses ini. Jadi kita akan follow up pada saat verifikasi administrasi,” ungkapnya.

Seandainya, lanjut dia, pihaknya sudah mendapatkan SK pengunduran diri maka selesai sudah masalah itu.

“Informasinya yang berkembang sudah ada SK-nya, tapi kita tidak mengetahui apakah saat mendaftar dia mencantumkan itu. Persyaratan biasanya saat pendaftaran di KPU kan atas nama ini apa-apa saja,” terangnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *