background img

BANSOS PPKM MULAI DISALURKAN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level empat yang berlangsung hingga 2 Agustus 2021 nanti sangat berimbas kepada masyarakat dengan golongan ekonomi lemah. Sebagian dari mereka kehilangan pendapatan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memberikan bantuan sosial (Bansos) dalam bentuk uang tunai bagi mereka yang terdampak PPKM. Total kurang lebih 48-50 ribu kepala keluarga (KK) yang mendapatkan bantuan ini. Nominal yang didapat setiap KK sebesar Rp 300 ribu.

Penyaluran bantuan tersebut mulai dilakukan, Rabu (28/7). Seremonialnya berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota (Balkot).

“Penyalurannya bekerjasama dengan Kantor Pos. Anggaran dari APBD, kurang lebih sekitar 48 ribu jiwa (KK) yang kita bagikan. Kita beri uang tunai supaya perputaran ekonomi khususnya pelaku UMKM bisa merasakan juga manfaat uang dari APBD,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud kepada wartawan.

Mereka yang menerima bantuan, lanjut Rahmad, sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ada juga warga yang terdampak PPKM tapi tidak masuk dalam data, seperti para PKL, UMKM, korban PHK dan lainnya.

“Sebelumnya mereka (penerima) sudah diperkenankan untuk mendaftar ke masing-masing dinas. Kita prioritaskan warga Balikpapan. Yang warga luar Balikpapan itu ada kebijakan. Kalau memang berhak dapat pasti kita berikan,” ujarnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Balikpapan itu tidak menapik jika bantuan ini belum bisa menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak. Untuk itu ia berharap kepada mereka yang mampu bergotong-royong bersama.
“Tidak semua bisa kami jangkau, jumlahnya hampir 700 ribu jiwa. Kami harap yang mampu, bisa membantu, bersinergi memberikan bantuan sembako,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala cabang Kantor Pos Indonesia Kota Balikpapan Taufik Dadi Marala menuturkan, data yang sudah masuk dari Pemkot sejauh ini sebanyak 14.406 KK dari sasaran sekitar 48 ribu sampai 50 ribu KK.
“Saya berharap tahap satu ini kita bisa tuntaskan, supaya kita bisa bayarkan dalam waktu dekat ini. Kalau tahap satu ini kita bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) pembayaran selama satu bulan,” tuturnya.
Untuk proses penyalurannya ada beberapa opsi. Yakni, pihaknya akan hadir di komunitas terdekat tempat penerima berdomisili.
Nantinya, yang tidak ambil pada hari utama di komunitas tersebut, diarahkan ke Kantor Pos. “Kedua kita on the spot ke rumah-rumah warga, ketiga pembayaran di Kantor Pos,” ucapnya.
Syarat pengambilan bantuan, cukup menunjukkan KTP asli. Kartu keluarga asli tanpa fotokopi pun sudah bisa menjadi persyaratan untuk mengambil.
“Kalau penerima, itu semua mendapat undangan. Kami cetak, kami distribusikan ke lurah, kemudian lurah ke RT, dan RT menyampaikan ke warga. Selain KTP dan KK asli, syarat pengambilan juga bisa menyertakan undangan,” terangnya.
Bagi warga yang tidak bisa hadir untuk mengambil bantuan tersebut, bisa diwakilkan anggota keluarga lain yang masih dalam satu kartu keluarga.
Sementara jika ada warga yang sakit dan tidak mampu berkunjung ke lokasi pembagian bansos, maka petugas dari Pos Indonesia yang akan datang ke rumah warga.
“Kami sudah sepakat dengan teman-teman tenaga kesejahteraan sosial kecamatan dan pekerja sosial masyarakat, bahwa sampaikan ke kami kalau ada penerima yang itu tadi. Harus ke rumah karena harus ada foto untuk laporan ke Dinas Sosial. Tidak perlu surat kuasa,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *