background img

BALIKPAPAN TERAPKAN LOCKDOWN WEEKEND

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan siap menerapkan penghentian kegiatan masyarakat atau lockdown setiap hari Sabtu dan Minggu terhitung sejak tanggal 6 Februari 2021.
Kebijakan ini diterapkan untuk menindaklanjuti Surat Instruksi Gubernur Kalimantan Timur Nomor: 1 tahun 2021 Tentang Pengendalian, Pencegahan Dan Penanganan Wabah Pandemi Corona Virus Disease- 2019 (Covid-19) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang telah ditandatangani pada 4 Februari 2021 lalu.
“Surat edaran Gubernur pasti akan kita laksanakan, karena memang kita perlu. Cuma kan untuk idealnya kita masih tindaklanjuti karena isinya secara umum,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan kepada wartawan, Jumat (5/2).

Adapun beberapa delapan poin yang menjadi instruksi gubernur untuk meningkatkan upaya pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 di antaranya dengan membatasi masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah setiap hari Sabtu dan Minggu terhitung sejak tanggal 6 Februari 2021, sampai batas waktu yang belum ditetapkan dan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat umum dan pusat keramaian setiap hari Sabtu dan Minggu secara berkala.
Lalu, membentuk dan mengaktifkan Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dari Tingkat Pemerintah Kota, Kecamatan, kelurahan sampai Rukun Tetangga (RT).

Kemudian, melakukan operasi yustisi secara terus menerus dan terpadu yang digelar bersama Institusi terkait dalam rangka menegakkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19.
“Yang jelas untuk rinciannya nanti tidak jauh berbeda dengan surat edaran yang disampaikan, namun ada beberapa poin yang akan masih kita kaji di antaranya menyangkut pasar, saat ini kita sedang melakukan rapat dengan beberapa pimpinan daerah termasuk juga tadi melakukan webinar dengan Kodam, yang jelas ya hari Sabtu dan Minggu ini kita pasti akan laksanakan,” ujarnya.

Ia memastikan pemberlakuan lockdown akhir pekan ini tidak akan mempengaruhi kegiatan perekonomian khususnya di pasar tradisional, termasuk kantor layanan publik.
“Kita membahas secara teknis bagaimana kegiatan penutupan ini dilaksanakan agar tidak berdampak terhadap pelayanan yang ada di beberapa kantor, di antaranya kantor penerbangan,” ungkapnya.

(MAULANA/ KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *