background img

BALIKPAPAN MASIH ZONA ORANGE COVID-19

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir belum berpengaruh terhadap status zona di Kota Balikpapan.

Hingga saat ini, Kota Balikpapan masih berstatus orange meski terjadi kenaikan pasien positif berdasarkan data harian mencapai di atas 100 kasus per hari.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, penetapan status zona di suatu daerah ditentukan berbagai faktor. Salah satunya grafik R-Nought (Ro) yang menjadi faktor penunjuk tinggi rendahnya tingkat penularan di suatu daerah. Dimana berdasarkan pemetaan zona risiko daerah kabupaten kota di Provinsi Kaltim, Balikpapan tercatat berada dalam risiko sedang bersama 4 kabupaten kota lainnya.

“Untuk saat ini kita dalam risiko sedang atau masuk zona orange. Di Kaltim yang orange selain Balikpapan ada Bontang, Berau, Samarinda dan Kutai Barat. Yang zona kuning atau risiko rendah juga ada lima,” ujarnya kepada wartawan, Senin (05/07).

Kondisi tersebut, lanjut wanita yang akrab disapa Dio ini, juga dibarengi dengan peningkatan parameter lainnya sebagai indikator penetapan zona Covid-19. Di antaranya angka kasus positif, angka kesembuhan, angka kematian dan tingkat okupansi pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan. Termasuk juga angka isolasi mandiri dari warga yang terpapar tanpa gejala.

“Kunci penurunan adalah menurunkan angka kematian, menurunkan angka terkonfirmasi positif hingga menaikan angka kesembuhan. Ini yang cukup berat perlu kami terus benahi,” tuturnya lagi.

Menurut Dio, status zona orange dalam pandemi Covid-19 ini membuat pemerintah kembali melakukan sejumlah pengetatan terhadap kegiatan masyarakat. Termasuk meminta keterlibatan aktif seluruh pihak untuk mendukung kebijakan ini. Karena hal itu memerlukan kerja keras dan dukungan semua pihak mengingat ada sejumlah persyaratan dari Kementerian Kesehatan yang harus terpenuhi.

”Saya mohon kepada masyarakat benar-benar memperhatikan, karena ini merugikan dan membahayakan kami semua. Kalau semua melakukan pelonggaran dan tidak terkontrol protokol kesehatan, maka yang berakibat kasusnya kembali naik,” lanjutnya.

Dio berharap kenaikan kasus terkonfirmasi positif di Balikpapan ini tidak sampai menempatkan Kota Balikpapan kembali berstatus zona merah. Untuk itu penerapan protokol kesehatan terus diperketat sesuai dengan kebijakan PPKM mikro yang telah diterapkan selama ini. Seperti razia masker dan jam malam yang dinilai cukup efektif menekan kerumunan warga di masa pandemi Covid-19 selama ini.

“Kami inginnya zona itu terus turun. Kan sekarang orange terus jadi kuning terus ke hijau. Itu tidak bisa lepas dari partisipasi warga juga. Semoga kasus positifnya tidak terus bertambah,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *