background img

BALIKPAPAN AKAN ADA RS KHUSUS JANTUNG 

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Kabar gembira bagi masyarakat Kota Balikpapan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, rumah sakit khusus jantung akan dibangun di Kota Minyak.

Proyek tersebut merupakan garapan dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Dijadwalkan mulai berjalan di pertengahan tahun 2021, dengan waktu pengerjaan selama 12 bulan.

“Dari korporat kami di Jakarta, tahun depan sudah proses pembangunan. Dan saat ini sedang menyiapkan syarat-syaratnya. Mulai dari izin prinsip, izin Amdal, perencanaan konstruksi dan lainnya. Gambar atau design engineering detailnya kami sudah ada,” kata Direktur RSPB M Noor Khairuddin di kantor Walikota Balikpapan, Jumat (11/9).

RS khusus jantung tersebut nantinya yang pertama di Kota Balikpapan, dan menjadi yang terbesar di Kalimantan. Dari gambaran saja, untuk tahap awal pembangunan gedung dirancang empat lantai. “Tahap awal pembangunan empat lantai. Sebenarnya bisa tujuh,” ujarnya.

Ada pun latar belakang didirikannya RS tersebut, lanjut Khairuddin, dikarenakan jumlah kasus jantung di Balikpapan cukup tinggi. Bahkan dalam sehari, poli klinik jantung di RSPB bisa menerima kunjungan 80 sampai 90 pasien.

“Tapi, dari jumlah itu ada berapa persen yang perlu tindakan. Kemudian selama ini mau tidak mau kita kirim ke Samarinda. Sementara kapasitas rumah sakit di Samarinda tidak mencukupi. Banyak pasien dari Balikpapan yang tertunda penanganannya dan menunggu giliran sampai berbulan-bulan,” tuturnya.

Pihaknya khawatir jika dalam waktu tersebut penyakit akan terus berkembang. “Kondisinya tidak akan sama pada saat dia ditemukan dan pada saat dia diambil tindakan. Kalau bisa lebih awal, lebih baik,” jelasnya.

Soal kebutuhan tenaga medis untuk rumah khusus jantung ini, Khairuddin menyebut jika nantinya yang diperlukan cukup banyak. Untuk itu diperlukan perekrutan tenaga medis, baik tenaga yang sudah ahli, jika akan menyekolahkan para tenaga medis yang akan bergabung.

“Yang dibutuhkan banyak. Bisa ratusan orang. Nanti dokter bedahnya beda, dokter anastesinya beda, perawatnya juga khusus, hingga ICU juga,” ucapnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
Uncategorized

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *