background img

AYAH TELADAN BANGUN KOMUNIKASI DENGAN ANAK

11 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Patuh dan taat terhadap kedua orang tua merupakan salah satu bentuk kewajiban seorang anak. Sementara anak adalah ladang pahala bagi orang tua agar bisa mendidiknya sesuai dengan syariat Islam.

Ustadz Wahyu Hidayat Lc menyampaikan hal itu saat mengisi tausiyah singkat melalui sambungan telepon pada program Sajadah radio KPFM 95,4 Mhz Balikpapan, Jumat (13/11). Program ini didukung Dompet Dhuafa Kaltim.

“Menjalani kehidupan di dunia ini tidak bisa dipisah hubungannya antara orang tua dan anak. Terlebih ketaatan seorang anak terhadap orang tuanya,” ucap Wahyu.

Ustadz yang juga aktif mengisi kajian dan tausiyah di berbagai masjid di kota Balikpapan ini juga menyampaikan, ketaatan anak kepada orang tua berada di posisi ketiga. “Karena ketaatan yang hakiki hanya berlaku kepada Allah dan Rasulnya. Sementara taat kepada pemimpin atau dalam hal ini adalah orang tua yaitu ketaatan yang ketiga,” katanya.

Jika orang tua masih hidup, wajib jika seorang anak patuh kepada orang tuanya, ibu maupun ayahnya agar tidak menjadi anak yang durhaka.

Tetapi patuh dengan syariat Islam, jika orang tua memerintahkan hal yang tidak benar, maka anak berhak menolak perintahnya serta menyampaikan dengan sopan penolakannya.

Sementara jika orang tua sudah meninggal dunia, seorang anak masih bisa taat kepada orang tuanya. Mendoakan orang tua yang sudah tiada merupakan cara kita sebagai anak agar tetap bisa berbakti kepada orang tuanya. Lalu, menjalankan silaturahmi dengan semua kerabat agar nama baik orang tua tetap terjaga.

”Jangan sampai kita menarik diri atau acuh dengan orang-orang yang pernah ada di sekitar orang tua kita saat beliau telah meninggal dunia. Itu bisa membuat nama baik orang tua menjadi tercoreng,” ujarnya.
Jika anak sudah menjalankan perintah untuk taat pada orang tua, lanjutnya, maka orang tua juga berperan penting untuk anaknya terutama dari segi komunikasi.

“Antara ayah dan anak sering terjadi diem-dieman, padahal harusnya seorang ayah harus bisa memposisikan diri sebagai teman di saat momen tertentu agar anak terbuka jika terjadi hal-hal mengganggu kondisinya. Hal ini juga ada dikisahkan pada Al-Qur’an seperti kisah antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail serta beberapa kisah lainnya,” tutupnya.

(Sesil/kpfm)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *