background img

ASTRA MOTOR KALTIM 1 BERI TIPS SOAL KOPLING

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Ada berbagai macam jenis kendaraan motor di dunia ini, akan tetapi yang terkenal di Indonesia hanya ada 3 saja yakni Matic, Bebek, dan juga Sport.

Dari ketiga jenis tersebut, untuk motor Sport memiliki daya kebutuhan paling tinggi, dan mampu menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kedua jenis lainnya. Oleh karenanya, untuk teknologi serta komponen yang digunakan jelas saja harus lebih kuat.

Dari segi kopling misal, dimana motor sport memiliki sistem kendali yang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan jenis motor lain.

Akan tetapi ini juga ada risiko bagi pengendara untuk mengingat waktu pergantian dari kampas kopling yang tepat.

Oleh karena itu, menerapkan beberapa saran yang akan kami jelaskan berikut agar kampas koplingnya tidak cepat aus membuat kemampuan kendaraan tetap bisa prima dan bisa berpacu dalam kecepatan tinggi.

Masalah yang sering terjadi ketika kampas kopling sudah tidak normal yakni selip saat melakukan kopling.

Sebagaimana yang tercantumkan dalam buku petunjuk manual produk Sepeda Motor, telah dijelaskan untuk rata-rata interval pemakaian kampas kopling ini sekitar 15.000 – 20.000 Km, atau jika kendaraan digunakan dalam pemakaian normal, usianya bisa sampai 2 tahun, baru pengendara dapat melakukan pergantian. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadikan kondisinya bisa lebih buruk dalam waktu lebih cepat.

Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari oleh setiap pengendara motor sport, agar kampas kopling bisa lebih awet.

Kesalahan Berkendara yang Sebabkan Kampas Kopling Cepat Aus Terlalu Sering Membuka/ Tutup Kopling Kejadian ini jelas saja merupakan tindakan yang salah, walaupun pada dasarnya tidak menjadi masalah pada mesin ataupun gear yang digunakan untuk berkendara jika hanya sesekali saja.

Akan tetapi sebaiknya hindari betul hal semacam ini agar tidak merusak kampas kopling. Terlebih jika pengendara juga menghentak-hentakkan tuas gas, yang menjadikan perputaran mesin yang terhubung pada kampas menjadi lebih kencang, sehingga tingkat kecepatan yang harus ditahannya lebih besar.

Menggantung Tuas Kopling/Menutup Kopling Setengah Untuk Pindah Gigi
Perilaku pengendara buruk berikutnya yang harus dihindari agar kampas kopling tidak cepat aus lainnya yakni menghindari untuk menggantung tuas kopling.

“Beberapa pengendara kebiasaan untuk melakukan ini, lantaran agar mudah untuk masuk ke gigi berikutnya atau mungkin ingin berkendara santai dalam keadaan kopling yang tinggi,” ujar Daniel Natanael Toghas selaku Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1.

Dan kalau memang ingin memasukkan ke gigi berikutnya, sebaiknya pengendara menekannya secara mantap tuas kopling tersebut, agar kampas kopling bisa memberikan celah sepenuhnya untuk masuknya gear selanjutnya. Dan jika sudah, bisa langsung dilepaskan saja sepenuhnya, kecuali memang dalam beberapa kondisi darurat yang dibutuhkan untuk menekan tuas kopling selama beberapa saat.

Kebiasaan Menahan Tuas Kopling di Waktu Berhenti Atau Jalan Turunan.
Hal yang harus dihindari oleh pengendara berikutnya yakni menahan tuas kopling secara terus menerus, ini bisa membuat kampas kopling lebih cepat aus ketimbang keadaan biasanya. Pengendara melakukan ini biasanya saat berhenti lama, seperti berada di lampu merah misalnya. Kemudian pengendara menahan tuas kopling dalam keadaan posisi gigi masih masuk. Jelas ini tidak sehat untuk kendaraan kalian sendiri.

Tidak Ada Jeda Sama Sekali.
Kebiasaan yang harus mulai dibiasakan oleh pengendara motor sporty yakni melakukan jeda berhenti sekitar 1 menitan, dimana pada dalam keadaan ini tuas kopling bisa dibiarkan saja dan posisi gigi berada dalam keadaan netral.

Setelan Kopling Terlalu Dekat.
Mungkin ini bukan salah pengendara, dan jika di service di tempat yang paham maka akan tidak terjadi setting gerigi terlalu dekat seperti ini. Memang sih untuk posisi semacam ini bisa lebih mudah dalam melakukan perpindahan gigi, akan tetapi pengendara harus terus menerus menekan tuas kopling saat berada di kecepatan rendah.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.