background img

ARUS LALU LINTAS KAPAL NAIK

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Memasuki fase new normal, arus lalu lintas kapal di kawasan Teluk Balikpapan mulai meningkat.

“Sejak new normal ini, ada peningkatan sedikit terkait lalu lintas kapal di kawasan Teluk Balikpapan, kurang lebih sekitar 2 hingga 3 persen,” kata Kepala KSOP Kelas I Balikpapan M Takwim Masuku ketika diwawancarai wartawan, Rabu (30/9).

Menurutnya, seiring dengan kebijakan relaksasi pada fase new normal yang dimulai sejak awal Juli lalu, arus lalu lintas kapal mulai mengalami peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Padahal di awal pandemi Covid-19, arus lalu lintas kapal di kawasan perairan Kota Balikpapan sempat menurun secara drastis hingga 95 persen seiring dengan kebijakan pengetatan sosial.

Namun dalam dua bulan belakangan ini, arus lalu lintas kapal di kawasan Teluk Balikpapan mulai kembali meningkat seiring dengan ada kebijakan kelonggaran di fase new normal.

“Secara umum memasuki fase normal ini pergerakan lalu lintas kapal di Teluk Balikpapan semuanya berjalan dengan baik, emang pada saat di awal Covid-19 sempat menurun dengan adanya pembatasan lalu lintas pada bulan Maret hingga April,” urainya.

Secara umum, arus lalu lintas kapal yang paling banyak keluar masuk di kawasan Teluk Balikpapan adalah kapal yang mengangkut kontainer, kemudian ada juga kapal pengangkut batubara dan juga kapal pengangkut minyak dan gas.

Ia memperkirakan bahwa arus lalu lintas kapal di Teluk Balikpapan akan kembali meningkat hingga akhir tahun 2020 ini.

Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan kegiatan proyek RDMP untuk perluasan kilang milik Pertamina di Kota Balikpapan.

“Memasuki fase new normal ini diperkirakan akan terjadi peningkatan arus lintas kapal yang didorong juga adanya kegiatan pada pembangunan proyek RDMP milik Pertamina, itu mendorong sekitar 4 persen dari lalu lintas kapal yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua INSA Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, situasi pandemi Covid-19 yang terjadi tidak begitu berdampak pada bisnis perkapalan.

“Kalau segi angkutan logistik tidak pernah putus karena merupakan kebutuhan. Juga tidak pernah dibatasi,” terangnya.

Sektor perkapalan memegang peranan penting terhadap pergerakan ekonomi, karena sekitar 90 persen kebutuhan yang ada dipasok dari luar daerah.

“Memang kan 95 persen kita datangkan pangan. Karena segi geografis Balikpapan tidak ada perkebunan dan pertanian,” ucapnya.

Ia menjelaskan, saat ini berdasarkan data keanggotaan INSA Kota Balikpapan, jumlah perusahaan pelayaran yang ada di Kota Balikpapan tercatat mencapai 79 perusahaan. Sebagian besar bergerak melayani angkutan barang dan penumpang.

“Kita hidupkan bagaimana peranan dari pengusaha pelayaran lokal jadi pelaku di rumah kita sendiri,” pungkasnya.

(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *