background img

APINDO PETAKAN PELUANG PENGUSAHA LOKAL DI IKN

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kalimantan Timur Slamet Brotosiswoyo mengatakan bahwa telah memetakan sejumlah sektor yang akan menjadi peluang bagi pengusaha lokal dalam rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Menurut Slamet, ada beberapa sektor yang dapat ditangkap oleh pengusaha lokal dalam rencana pembangunan IKN Nusantara, di antaranya sektor transportasi, penyediaan material dan 9 bahan pokok. Termasuk supply bahan bakar.

Sejumlah sektor tersebut merupakan yang penting dipenuhi dalam menunjang kelancaran proses pembangunan IKN Nusantara di kabupaten Penajam Paser Utara.

“Jadi kita tidak perlu terlalu banyak koordinasi, tapi tidak menghasilkan sesuatu. Ada beberapa sektor yang bisa dimasuki oleh para pengusaha lokal yang pertama adalah sektor transportasi, material dan 9 bahan pokok. Termasuk supply bahan bakar,” kata Slamet dalam kegiatan Apindo Award di Hotel Platinum Balikpapan, Senin (22/8).

Ia mengungkapkan, memang untuk saat ini Apindo belum pernah dilibatkan atau berkomunikasi dengan Badan Otoritas IKN Nusantara, namun tidak masalah. Karena pada dasarnya, Apindo sudah mengetahui peluang-peluang apa saja yang bisa ditangkap.

“Sebenarnya Apindo ini tidak perlu untuk berkomunikasi dengan otoritas tapi Apindo ini tahu peluang-peluang apa yang perlu disupport untuk pembangunan IKN. Meskipun tidak ada koordinasi, kita tahu IKN ini perlu apa,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa saat ini jumlah pengusaha yang terdaftar sebagai anggota aktif Apindo di wilayah Kalimantan Timur tercatat mencapai 600 lebih, yang bergerak di sejumlah sektor.

“Harapan kita ke depannya IKN ini butuh kegotongroyongan, tidak hanya para pengusaha tapi juga para serikat pekerja, para buruh, para tokoh pemikir. Pemikirannya dibutuhkan untuk menyatukan kondisi pembangunan IKN ini untuk lebih bisa lancar,” tuturnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.