background img

ANTISIPASI PERNIKAHAN DINI, DP3AKB JAJAKI KERJASAMA PA

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pengadilan Agama Kota Balikpapan menandatangani kerjasama atau Memorandum Of Understanding (MoU) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Senin (1/11).

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan untuk menindaklanjuti upaya pencegahan pernikahan dini atau di bawah umur.

Kepala Pengadilan Agama Kota Balikpapan Darmuji mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perkawinan, bahwa batasan umur minimal mempelai laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.

Undang-undang ini mengubah kebijakan aturan sebelumnya yang membatasi usai minimal mempelai wanita 16 tahun dan laki-laki 19 tahun, seperti yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974.

Namun kalau ada yang harus terpaksa melakukan perkawinan di usia muda prosesnya itu harus mengajukan permohonan oleh orang tua, baik calon pengantin pria dan wanita.

“Nanti akan dimintai keterangan secara lengkap baik dari segi fisik, ekonomi dan bagaimana kelangsungan dari perkawinan ini ketika ditopang oleh kedua belah pihak. Sesuai Perma Nomor 5 tahun 2019,” jelasnya kepada wartawan.

Dengan kebijakan ini harapannya bahwa pasangan yang terpaksa menikah di usia muda bisa menjadi pasangan yang ke depannya tidak sengsara, karena ini sangat rentan.

“Maka dengan kerjasama ini ke depannya akan ada pemeriksaan maupun konseling yang dibantu oleh DP3AKB untuk memastikan kondisi kedua mempelai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan Sri Wahyuningsih menerangkan bahwa dengan adanya MoU ini, ke depannya, DP3AKB akan menerima data yang direkomendasikan oleh Pengadilan Agama terkait calon mempelai yang berusia di bawah umur atau di bawah 19 tahun.

“Untuk di tahun ini eksekusinya kita melakukan konseling kepada calon pengantin ini, tetapi untuk tahun 2022, kita akan melakukan bimbingan teknis khusus bagi calon pengantin yang berusia di bawah umur,” terangnya.

Ia menuturkan bahwa pembekalan itu akan diberikan terkait tatanan keluarga bagaimana pola pengasuhan anak. Kemudian konseling kesehatan pranikah, lalu bagaimana berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Termasuk juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk menciptakan generasi unggul.

“Kita memiliki harapan bagaimana keluarga yang dibangun secara dini ini dapat menciptakan tatanan keluarga yang berkualitas melalui intervensi dari hari kedua belah pihak keluarga,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *