background img

ANGKA KEMISKINAN NAIK

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 yang telah terjadi sejak awal tahun 2020 telah memberikan dampak yang sangat besar kepada sejumlah sektor yang ada.

Sebagian pelaku usaha terpaksa mengambil sejumlah langkah untuk bertahan di tengah krisis ekonomi, di antaranya dengan melakukan upaya efisiensi, pemotongan gaji, merumahkan sebagian karyawan. Bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Ahmad Zaini mengatakan, akibat pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 angka kemiskinan di Balikpapan meningkat menjadi 2,57 persen, naik dibandingkan tahun 2020 lalu yang tercatat 2,42 persen.

“Ini merupakan dampak nyata dari pandemi Covid-19, yakni jumlah penduduk miskin di Balikpapan mengalami peningkatan,” katanya kepada wartawan, Rabu (17/2).

Menurutnya, dari persentasi tersebut berdasarkan perhitungan jumlah penduduk yang ada di Kota Balikpapan, maka sebanyak 17.020 warga yang masuk dalam kategori penduduk miskin.

Menurut Zaini, pada 2019 ada sebanyak 15.780 penduduk miskin, atau sebesar 2,42 persen dari total jumlah penduduk Balikpapan.

Ia menerangkan dari jumlah warga miskin tersebut berdasarkan status pekerjaan yang tidak bekerja sebanyak 43,24 persen, dan 19,85 persen pekerja di sektor formal dan sisanya bekerja di sektor informal.

Dirinya menambahkan, penduduk miskin usia 15 tahun ke atas, berdasarkan pendidikan yang ditamatkan terbesar berada pada jenjang pendidikan tamat SD dan SMP yaitu sebesar 55,25 persen pada 2020.

“Seluruh penduduk miskin di Balikpapan sudah tidak buta huruf. Artinya seluruh penduduk miskin di Balikpapan memiliki angka literasi yang tinggi dan sudah memiliki kesadaran akan pentingnya kemampuan membaca dan menulis,” ujarnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *